ACEH UTARA – Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, perguruan tinggi berbasis dayah di Matangkuli, Aceh Utara, menandatangani naskah kerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jakarta. Kerja sama ini dalam rangka pengembangan kapasitas dan sumber daya manusia dosen dan mahasantri Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah.
Penandatangan naskah perjanjian kerja sama berlangsung di Hotel Ayani Banda Aceh, Selasa, 10 Mei 2022. Naskah kerja sama ditandatangani Mudir (Direktur) Ma’had Aly Babussalam, Dr. Teuku Zulkhairi, M.A., dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Prof. Assosiat Drs. Erman Anom, M.A., Ph.D.
Teuku Zulkhairi mengatakan ruang lingkup kerja sama kedua perguruan tinggi ini meliputi studi banding berupa kunjungan antarkedua perguruan tinggi, penyelenggaraan kuliah umum, penyelenggaraan seminar dan workshop baik offline maupun online.
“Kita sangat semangat untuk memajukan Ma’had Aly. Oleh sebab itu mencoba jalin kerja sama dengan Fakultas Komunikasi Ilmu Universitas Esa Unggul Jakarta. Meskipun Ma’had Aly Babussalam fokus pada studi tafsir dan ilmu tafsir, namun dewasa ini generasi muda kita sangat membutuhkan keilmuan lainnya yang dapat menunjang kiprah mereka dalam dunia intelektual dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Teuku Zulkhairi.
Zulkhairi mengatakan pihak Fakultas Ilmu Komunikasi Esa Unggul juga menawarkan sejumlah mata kuliah komunikasi yang dianggap penting untuk menunjang pengembangan Ma’had Aly Babussalam khususnya. Selain itu, untuk melahirkan alumni Ma’had Aly yang bukan hanya mahir tafsir dan ilmu Tafsir, namun juga memiliki wawasan yang mendasar tentang komunikasi sebagai ilmu yang dewasa ini kian dibutuhkan di dunia kerja.
Erman Anom mengatakan ia ingin membantu menciptakan sumber daya anak-anak muda Aceh khususnya santri-santri dayah.
“Kerja sama ini kita lakukan karena kita ingin terlibat dalam memajukan pendidikan Aceh. Bahwa pendidikan Aceh ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memajukannya. Oleh sebab itu, saya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Esa Unggul Jakarta mencoba memberikan kontribusi untuk Aceh sebagai tanah endatu,” ujar Erman Anom yang merupakan putra Aceh asli dan telah puluhan tahun merantau ke Jakarta.
Sebelum melakukan penandatangan naskah kerja sama, Erman Anom, terlebih dahulu mengunjungi Ma’had Aly Babussalam beberapa waktu lalu.
Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah berlokasi di Desa Blang, Matangkuli, Kabupatan Aceh Utara, merupakan satu dari enam Ma’had Aly di Aceh yang memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi khas pesantren hanya bisa diselenggarakan oleh pondok pesantren atau dayah, yang dalam pembelajarannya fokus pada studi turast (kitab kuning). Saat ini pembelajaran di Ma’had Aly Babussalam telah memasuki tahun ketiga.[](ril)




