Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaMahasiswa Aceh di...

Mahasiswa Aceh di Bogor Diajak Majukan Tanah Rencong

JAKARTA – Mahasiswa Aceh pascasarjana di Bogor diajak mendukung Pemerintah Aceh berkontribusi bersama dalam melahirkan pikiran-pikiran positif untuk memajukan Tanah Rencong.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT dalam pidato dibacakan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP, M.Si saat melantik Pengurus Ikataan Mahasiswa Pascasarjana Aceh (IKAMAPA) Bogor periode 2020, di Auditorium Hadi Wijaya, kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, Bogor, Sabtu, 1 Februari 2020.

“Informasi yang kita peroleh sekarang dengan data BPS Aceh daerah termiskin, Insya Allah kedepan jadi daerah terkaya, dengan sumber daya manusia dan Alam yang ada Insya Allah,” kata Almuniza.

Ia juga menyampaikan, pasca MoU damai Helsinki serta gempa dan tsunami, Aceh terus berbenah. “Tentunya proses perubahan Aceh tidak serta merta bangkit secepat yang kita rasakan saat ini. Pembangunan itu terus bergerak, walaupun tertatih-tatih,” ujarnya.

Ia menambah, menyangkut dengan isu informasi kemiskinan Aceh terbesar, perlu diketahui tidak serta merta orang Aceh itu miskin. Karena itu hanya bentuk indikator BPS.

“Karena kalau dari segi kehidupan masyarakat Aceh bercukupan. Warga masih bercocok tanam serta beternak. Cukup untuk untuk kehidupannya sehari-hari, katanya.

Apalagi pasca MoU sektor pariwisata Aceh juga terus berkembang. Karena Aceh memiliki alam yang sangat indah. Untuk itu, ia meminta mahasiswa Aceh di Bogor untuk bersama-sama membangun serta memajukan Aceh ke depan.

Untuk mendukung kemajuan tersebut, lanjut Almuniza, Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh pada tahun 2019 melaksanakan berbagai program pemberian beasiswa bagi masyarakat Aceh. 

“Salah satunya adalah Program Beasiswa Aceh Carong yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat Aceh yang kurang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi mulai dari D-III hingga S-1,” jelasnya.

Program Aceh Caroeng

Hingga saat ini, Pemerintah Aceh telah menyalurkan beasiswa kepada 109 penerima bak pada tingkat kabupaten dan kota sesuai dengan usulan daerah masing-masing.

“Para penerima beasiswa ini akan melanjutkan pendidikan vokasi Diploma-III dan Diploma-IV pada 4 (empat) Politeknik di Provinsi Aceh dan 4 (empat) Politeknik di luar Provinsi Aceh,” kata dia.

Adapun penerima lainnya, telah dikirimkan sebanyak 20 (dua puluh) mahasiswa pada Politeknik Energi dan Mineral Akamigas di Cepu untuk menempuh pendidikan vokasi jurusan logistik migas, teknik mesin kilang, pengolahan migas dan produksi migas

“Tak sampai di situ, Pemerintah Aceh juga memberikan program Beasiswa S1 kepada masyarakat kurang mampu berdasarkan usulan PTN-PTS di Aceh. Program ini lahir lantaran terbatasnya quota dari program Bidikmisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama yang diberikan kepada PTN-PTS di Aceh,” jelas Almuniza.

Untuk itu, lanjut Almuniza, maka pengelolaan program beasiswa ini memerlukan kerja sama antara BPSDM Aceh dan sebanyak 15 (lima belas) Perguruan Tinggi di Aceh. Total mahasiswa penerima beasiswa yaitu 696 (enam ratus sembilan puluh enam) mahasiswa S1 dengan besaran beasiswa Rp.13.200.000 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) per orang atau dengan total biaya hingga sebesar Rp.9,2 Milyar pada setiap tahun dalam jangka waktu 4 (empat) tahun masa pendidikan. 

“Atas maksud tersebut maka Pemerintah Aceh menandatangani Nota Kesepahaman dengan PTN-PTS di Aceh tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan SDM Aceh sebagai dasar Perjanjian Kerja Sama antara BPSDM Aceh dan PTN-PTS di Aceh,” jelasnya.[](rilis)

Baca juga: