Senin, Juni 24, 2024

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...
BerandaBerita AcehMajelis Hakim Pengadilan...

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Terdakwa Korupsi Alat Pertanian Abdya

BANDA ACEH – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh memperberat hukuman kepada Muharryadi, terdakwa korupsi alat-alat pertanian di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Tingkat Banding Syamsul Qamar, S.H., M.H., didampingi para Hakim Anggota M. Joni Kemri, S.Pi., S.H., dan Dr. Taqwaddin, S.H., S.E., M.S., di gedung sementara Pengadilan Tinggi, Balai Tgk. Chik Ditiro Banda Aceh, Selasa, 4 Juni 2024.

Dalam Amar Putusan Nomor 19/PID.SUS/TIPIKOR/2024/PT BNA itu Majelis Hakim Tinggi mengubah Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 69/Pidsus-TPK/2023/PN Bna yang dibacakan pada 28 Maret 2024.

Dalam konsideran menimbang, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya berdasarkan alasan yang tepat dan benar. Karena itu dijadikan sebagai pertimbangan hukum bagi Majelis Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini di tingkat banding.

Akan tetapi, menyangkut pidana (hukuman) yang dijatuhkan terhadap terdakwa, Majelis Hakim Tingkat Banding tidak sependapat dengan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Banda Aceh. Karena mempertimbangkan besarnya kerugian negara yang didakwakan mencapai Rp3.481.592.487 dan besarnya peran terdakwa dalam terjadinya korupsi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dalam Amar Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 19/PID.SUS/TIPIKOR/2024/PT BNA dinyatakan: Menerima permintaan banding dari Penasihat Hukum terdakwa Muharryadi dan Penuntut Umum; Mengubah Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bna Nomor 69/Pid.Sus-TPK/2023/PN Bna; Menyatakan Terdakwa Muharryadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer.

Selanjutnya, Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti pidana kurungan selama dua bulan.

Selain itu, terdakwa dihukum membayar uang pengganti Rp1.431.610.000 paling lama dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jka tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang Penuntut Umum untuk menutup uang pengganti tersebut. Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh pada Kamis, 28 Maret 2024, memutuskan mengadili: Menyatakan terdakwa Muharryadi tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer; Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti pidana kurungan selama dua bulan.

Menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp1.432.610,000 paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang Penuntut Umum untuk menutup uang pengganti tersebut. Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun.

Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa, dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
Menetapkan terdakwa tetap ditahan.[](red)

Baca juga: