“Apakah manusia mengira( ia diciptakan lalu) dibiarkan begitu saja?” Begitu bunyi firmanNya dalam kitab suci Alquran. Dengan makna bahwa ada konsekuensi dari pilihan yang kita ambil di dunia ini, baik secara psikis, logis maupun sosial.
Diantara pilihan pilihan itu akan berimbas pada kelelahan tertentu. Bisa saja lelah lahir-batin, atau hanya lelah secara fisik. Masing masing kita memiliki lelah sendiri dan respon lelah yang berbeda. Kelelahan tadi memiliki motif dan sejarahnya sendiri.
Pun setiap kita dapat menikmati lelah itu
pada ” terminal” budaya (di kafe atau di tempat bising lainnya)atau dalam ritus religi, seperti berzikir dan shalat serta kegiatan lain yang dapat memurnikan jiwa atau raga yang sejalan dengan norma kita.
Sesungguhnya makna lelah itu sepadan dengan tanggung jawab yang kita ambil, atau setiap tindakan yang mendatangkan kemaslahatan. Semisal lelah dalam menuntut ilmu, lelah dalam memenuhi nafkah atau lelah dalam menata pranata sosial kita yang terus berubah. Lelah semacam ini, bila dimaknai akan sangat bernilai di sisi Allah, bahkan menjadi penebus atas dosa dosa kecil kita.
Semoga Allah menerima lelah kita dan menjadikan bagi lelah itu balasan keberkahan.[]
Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia.Kab. Aceh Barat



