Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaInspirasiMalam Ini, Malam...

Malam Ini, Malam Lailatulkadar?

Oleh: Zahraini Zainal
Pengajar di Universitas Bina Bangsa Getsampena, Banda Aceh

Puasa Ramadan tahun ini bertepatan pada 1442 Hijriyah. Bulan Ramadan mempunyai banyak kelebihan-kelebihan dari pada bulan yang lain. Salah satu kelebihan dari bulan Ramadan adanya malam lailatulkadar atau Lailat Al-Qadar yang artinya adalah malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Tentunya umat muslim ingin mengetahui kapan malam Lailatulkadar. Dalam sebuah hadist disebutkan  تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان  artinya, “Carilah malam lailatulkadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari).

Dari hadis tersebut menjelaskan perkiraan tentang malam lailatulkadar, yang menandakan bahwa secara pasti tidak diketahui kapan sebenarnya malam lailatulqadar tersebut muncul.

Tanda-tanda munculnya malam lailatulkadar menurut hadis berikut ini

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

yang artinya, “Lailatulkadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thayalisi).

Dalam sebuah pengajian hari Rabu di Balai Pengajian Takbiratul Mubtadi, yang  disampaikan oleh Teungku Athaillah Jamal, berdasarkan kitab Sirus Salikin, dia menyelaskan bahwa malam laitulkadar dapat ditentukan berdasarkan kapan awalnya puasa Ramadan.

Apabila puasa Ramadan hari Jumat maka laitulkadar muncul pada malam 29 puasa Ramadan, awal puasa Ramadan hari Sabtu maka malam laitulkadar pada malam 21 Ramadan, awal Ramadan hari Ahad maka malam lailatulkadar muncul pada malam 27 Ramadan, awal Ramadan hari Senin maka malam lailatulkadar muncul pada malam 29 Ramadan, awal Ramadan pada hari Selasa maka malam lailatulkadar muncul pada malam 25 Ramadan, awal Ramadan hari Rabu maka malam lailatulkadar jatuh pada malam 27 puasa Ramadan, dan apabila puasa awal Ramadan pada hari Kamis, maka malam lailatulkadar muncul pada malam 21 Ramadan.

Teungku Athaillah juga menyampaikan bahwa di dalam kitab Bajuri disebutkan, apabila awal puasa Ramadan hari Ahad atau hari Rabu, maka malam lailatulkadar jatuh pada malam 29 Ramadan, awal puasa Ramadan hari Senin maka malam lailatulkadar jatuh pada malam 21 Ramadan, awal puasa Ramadan hari Selasa atau hari Jumat malam laitulkadar jatuh pada malam 27 Ramadan, awal Ramadan hari Kamis maka malam lailatulkadar jatuh pada malam 25 puasa Ramadan, dan apabila puasa Ramadan diawali pada hari Sabtu bulan Ramadan maka malam lailatulkadar jatuh pada malam 23 Ramadan.

Seperti kita ketahui bahwa tahun ini, awal puasa Ramadan pada hari selasa, maka malam lailatulkadar menurut kitab Sirus Salikin jatuh pada malam 25 puasa Ramadan, dan menurut kitab Bajuri tahun ini malam lailatulkadar jatuh pada malam 27 puasa Ramadan.[]

Baca juga: