SUBULUSSALAM — Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), menerima penghargaan dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 yang berlangsung di iNews Tower, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. HRB menerima penghargaan untuk kategori Pelayanan Publik di Bidang Pendidikan.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas berbagai inovasi dan komitmen Pemerintah Kota Subulussalam dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan HRB, sejumlah terobosan pendidikan mulai dihadirkan. Di antaranya Sekolah Rakyat rintisan, Sekolah Rakyat permanen, serta Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah Kota Subulussalam juga terus memperjuangkan hadirnya Sekolah Unggul Garuda Baru dan Universitas Republik Indonesia di Subulussalam.
Perhatian HRB terhadap dunia pendidikan juga menyentuh pendidikan keagamaan. Pemerintah Kota Subulussalam mengalokasikan dukungan anggaran untuk operasional pondok pesantren, dayah, dan balai pengajian.
Tak berhenti pada dukungan operasional, HRB juga mendorong kemandirian ekonomi lembaga pendidikan keagamaan. Salah satu langkah yang telah diwujudkan adalah membantu enam pondok pesantren memperoleh lahan perkebunan kelapa sawit, masing-masing seluas lima hektare, hingga kebun tersebut berhasil berproduksi.
Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi pondok pesantren, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi memiliki basis ekonomi untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan santri.
Kepedulian HRB terhadap pendidikan keagamaan tidak terlepas dari latar belakangnya. Haji Rasyid Bancin merupakan alumni Pesantren Darul Mutalamin dan pernah melanjutkan pendidikan di Timur Tengah. Pengalaman tersebut turut membentuk kepeduliannya terhadap pengembangan pendidikan Islam dan pemberdayaan pesantren.
Sebelum terjun dalam pemerintahan, HRB juga dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia perjalanan ibadah. Selama belasan tahun, ia mengelola perusahaan travel umrah, mulai dari PT Gadikah hingga PT Rasyindo Citra Sepadan.
Kiprahnya dalam dunia pendidikan Islam juga telah berlangsung jauh sebelum menjadi kepala daerah. HRB tercatat sebagai pendiri sejumlah pondok pesantren, di antaranya Pesantren Darurrahmah Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam; Darul Mujtaba, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam; serta Darur Rasyid Silatong, Simpang Kanan, Aceh Singkil. Ia juga ikut membidani berdirinya sejumlah dayah lainnya.
Dengan latar belakang tersebut, perhatian HRB terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui pengalaman dan keterlibatan langsung dalam pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.
Di sektor sosial, HRB juga berhasil mendorong terwujudnya hunian sementara bagi korban bencana. Program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan penanganan segera pascabencana.
Berbagai program tersebut memperlihatkan pendekatan pembangunan HRB yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, pendidikan, kemandirian pesantren, dan perlindungan sosial masyarakat.
Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 pun menjadi momentum penting bagi Kota Subulussalam. Apresiasi tingkat nasional tersebut menjadi pengakuan terhadap berbagai upaya pelayanan publik yang telah dilakukan sekaligus menjadi motivasi untuk melanjutkan berbagai inovasi.
Saat ini, perjuangan HRB masih berlanjut untuk menghadirkan Sekolah Unggul Garuda Baru dan Universitas Republik Indonesia di Subulussalam. Jika terwujud, kedua institusi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan dan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di daerah sendiri.
Bagi HRB, pembangunan pendidikan bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi membangun masa depan generasi, memperkuat karakter, membuka akses, dan menciptakan kemandirian masyarakat.
Penghargaan yang diterima di Jakarta menjadi penanda bahwa berbagai ikhtiar tersebut mendapat apresiasi. Namun bagi Pemerintah Kota Subulussalam, penghargaan tersebut bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain Kota Subulussalam, sejumlah pemerintah daerah lainnya yang tercantum sebagai penerima antara lain Pemkot Makassar, Pemkab Halmahera Timur, Pemkab Pasuruan, Pemkab Sumedang, Pemkab Tangerang, dan Pemkab Karawang.
Sementara kategori lainnya juga memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah, seperti Pemkab Lamongan, Pemprov Banten, Pemkot Serang, Pemkot Pekanbaru, Pemkab Subang, Pemkab Aceh Tamiang, Pemkot Surabaya, Pemkab Kendal, Pemkab Gayo Lues, Pemkot Magelang, Pemkot Batam, Pemkab Aceh Barat Daya, Pemkot Banda Aceh, Pemkot Jambi, Pemkot Sungai Penuh, dan Pemkot Medan.
Bagi Pemerintah Kota Subulussalam, penghargaan yang diterima H.M. Rasyid Bancin menjadi sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Khususnya di bidang pendidikan, penghargaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat berbagai program pemerintah daerah dalam meningkatkan akses, kualitas, dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat Kota Subulussalam.
Pemimpin Daerah Awards 2026 berlangsung di iNews Tower, Jakarta, dengan menghadirkan Cak Lontong dan Anita Dewi sebagai host serta penampilan dari sejumlah bintang tamu, di antaranya Toton Caribo, Novia Bachmid, dan Duo Anggrek.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap pemimpin daerah yang dinilai memberikan kontribusi positif dalam pembangunan dan pelayanan publik di daerah masing-masing.[]








