Malaysia, Pakistan, dan Turki sepakat bekerja sama untuk memerangi islamofobia yang meningkat terutama di negara barat. Kesepakatan ini dibuat saat pertemuan trilateral tiga negara di sela-sela sesi ke-74 Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sudah berdikusi membahas cara memerangi islamofobia.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan, ketiga negara berencana membangun saluran televisi berbahasa Inggris untuk menghilangkan persepsi negatif tentang Islam dan memerangi islamofobia yang berkembang di negara-negara barat.

“Kami menilai, banyak laporan tentang Islam dan Muslim yang tidak akurat, dan tidak menggambarkan apa yang diajarkan Islam. Mereka menyebut Muslim sebagai teroris, dan dunia menerimanya sebagai kebenaran. Padahal, sejatinya Islam bukan agama yang kejam,” kata Mahathir seperti dilansir New Straits Times, Ahad, 29 September 2019.

“Kami juga harus berupaya menjelaskan apa itu Islam sehingga tidak ada kebingungan dan Islam tidak akan dituduh sebagai agama yang mempromosikan terorisme,” ujar Mahathir.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan, Islam tidak ada hubungannya dengan terorisme. Tetapi, dia menyesalkan umat Islam, terutama di tengah-tengah masyarakat barat terkadang menjadi sasaran islamofobia karena beberapa pemimpin di negara-negara itu sering mengaitkan terorisme dengan Islam.

Seperti dilansir Voa News, Khan menekankan, semua masyarakat baik itu Muslim atau umat kristen atau yahudi, pasti memiliki anggota yang fanatik agama.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat berpidato di meja bundar menjelaskan, umat Islam kadang menjadi sasaran kebencian. Menurutnya, Islam adalah agama perdamaian. Jika ada yang mengaitkannya dengan terorisme itu adalah fitnah yang tidak bermoral.

Penulis: Syifa Hanifah Firdiani.[] Sumber: okezone.com