SIGLI — Pembangunan pabrik semen di Laweung yang masuk dalam area Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Kabupaten Pidie, rencananya akan kembali dilanjutkan. PT Semen Indonesia Tbk meminta Bupati Pidie menyelesaikan sengketa lahan yang hingga kini masih terkendala.
Pihak manajemen PT. Semen Indinesia Group terdiri dari Direktur Engineering dan Proyek PT. Semen Indonesia Group, Tri Abdisatrijo, General Manager PT.Semen Indonesia Aceh Muhammad Yonanda, Kadep Legal PT. Semen Indonesia Group M. Jibril dan Perwakilan Komisaris PT. Semen Indonesia Aceh Abdul Malik Raden, menggelar pertemuan dengan Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), Wakil Bupati Fadhlullah TM Daud di Meuligoe Pidie.
Dalam pertemuan yang digelar, Kamis sore, 15 Februari 2018, terjadi diskusi tentang rencana pembangunan pabrik semen akan dilanjutkan sehingga butuh dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah.
Direktur Engineering dan Proyek PT. Semen Indonesia Group Tri Abdisatrijo, saat diwawancarai usai pertemuan mengatakan, pembangunan pabrik semen kembali dilanjutkan, namun semua itu sangat tergantung penyelesaian sengketa lahan.
“Bila persoalan lahan sudah selesai, pembangunan pabrik semen baru bisa dilanjutkan. Ini butuh dukungan semua komponen terutama Bupati untuk membatu penyelesaian sengketa lahan,” pintanya yang mengaku dalam pertemuan juga membahas tentang penyelesaian sengketa lahan.
Sementara Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud mengatakan, pemerintah bermomitmen mendukung penuh pembangunan pabrik semen di daerahnya.
“Saya yakin, masyarakat Pidie jika kita tanya pendapatnya rata-rata menginginkan hadirnya pabrik semem di daerah mereka. Karena dengan adanya pabrik semen akan membuka lapangan kerja bagi warga lokal, juga manfaat lainnya,” kata Wabup.
Dia mengharapkan pihak PT Semen dapat melanjutkan tahapan pembangunan. Jika ada masalah yang belum selesai, dirinya mengajak para pihak untuk duduk bersama mencari solusi agar persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana.[]



