BerandaOpiniMaraknya Overthinking pada Remaja

Maraknya Overthinking pada Remaja

Populer

Maraknya Overthinking pada Remaja

Oleh: Cut Geubrina Rizky
Mahasiswi Psikologi Fak. Kedokteran USK.

Pada zaman sekarang kata overthinking sedang ramai diperbincangkan terutama di kalangan remaja. Banyak remaja yang mengeluhkan bahwa dirinya mengidap kecemasan secara berlebihan. Secara umum, overthinking adalah sebuah kebiasaan dimana seseorang terlalu memikirkan suatu hal secara terus menerus seakan-akan apa yang dipikirkan tidak memiliki ujung dan penyelesaiannya.

Artikel ini akan membahas terkait penyebab, dampak, serta cara untuk mengatasi overthinking sehingga dapat menghindari pemicu dari pikiran negatif tersebut.

Ada beberapa pendapat para ahli terkait overthinking. Menurut Dr. Jeffrey Huttman, Ph.D., P.A, overthinking adalah proses menganalisis serta menahan emosi dan pikiran yang terjadi secara berkelanjutan. Selain itu, Sasson (dalam Agustine, 2019) juga berpendapat bahwa terlalu banyak berpikir dapat menghalangi seseorang untuk bertindak, menghabiskan energi dan melumpuhkan kemampuan seseorang untuk membuat keputusan, karena berlangsung secara terus-menerus dan berulang-ulang. Bahkan hasil penelitian Agustine (2019) menunjukkan bahwa terlalu banyak berpikir justru merugikan.

Pada tahun 2018, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Riskesdas (riset kesehatan dasar) menunjukkan bahwa persentase remaja yang mengalami gejala-gejala depresi serta kecemasan mencapai sekitar 6,1 % dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 11 juta orang. Dengan kata lain, tanpa kita sadari sebagian besar remaja di sekitar kita mengalami keadaan overthinking yang dapat mengakibatkan atau terjadi kerentanan mengidap depresi.

Overthinking pada remaja bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, adanya tekanan dalam keluarga, pertemanan, hubungan kedekatan emosional dengan lawan jenis, bahkan lingkungan sekitar juga turut mempengaruhinya. Kedua, kehilangan rasa percaya diri hingga seringkali kesulitan membuat keputusan yang tepat. Ketiga, adanya pengalaman traumatis yang dialami remaja atau kekhawatiran yang muncul akibat pengalaman menyakitkan dari masa lalu. Hal ini bisa terjadi karena banyaknya permasalahan hidup yang dialami sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi pemikiran remaja tersebut.

Overthinking dapat mengakibatkan banyak hal negatif bagi remaja. Salah satu dampaknya adalah dapat mengganggu kesehatan mental. Overthinking yang berlebihan dapat membuat remaja tersebut mengalami depresi bahkan sampai melukai diri sendiri. Remaja yang mengalami depresi cenderung susah terbuka dan merasa lebih tertekan dengan keadaan yang sedang dialaminya.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking yaitu dengan berbagi cerita kepada orang terdekat atau dengan seseorang yang dapat dipercaya. Cobalah untuk berpikiran terbuka dan melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Boleh jadi sesuatu yang kita anggap buruk akan berdampak positif kemudian.

Overthinking juga dapat diatasi dengan berhenti untuk memaksakan diri menjadi sosok yang perfeksionis dan berhenti menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang dialami di masa lalu. Terimalah kenyataan bahwa kita tidak harus memiliki semua keahlian. Fokuslah pada kelebihan yang kita miliki dan syukuri hal tersebut. Lakukan banyak hal-hal positif yang dapat mengalihkan pikiran negatif kita dan overthinking. Akan tetapi, apabila setelah melakukan upaya-upaya yang disebutkan di atas overthinking masih terus berlanjut maka segeralah melakukan konsultasi pada tenaga ahli atau seseorang yang professional di bidangnya.[]

 

Referensi:

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya