SIGLI – Dari 15 paket proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2020 di Kabupaten Pidie yang dalam proses tender, hanya lanjutan pembangunan Masjid Agung Al-Falah, Sigli, senilai Rp16,8 miliar tidak ditunda. Sementara 14 kegiatan lainnya dihentikan sementara sesuai surat Plt. Gubernur Aceh.

Pembangunan tahap ke-8 pembangunan Masjid Agung Al-Falah yang merupakan masjid Kabupaten Pidie, sudah mulai dikerjakan yakni pekerjaan rangka kuda – kuda dengan nilai kontrak Rp16,8 M untuk fisik dan Rp 500 juta untuk pengawasan. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pidie, Muhammad Adam, S.T., Senin, 27 April 2020, mengatakan paket lanjutan masjid sumber dana DOKA Pidie tahun ini sudah mulai dikerjakan.

“Tahap ini dari DOKA kabupaten ada Rp16, 8 M, pekerjaan kuda – kuda,” ujar Adam yang mengaku untuk anggaran APBA belum diketahui berapa besarnya dan apakah ditunda prosesnya berkaitan Covid-19.

Pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Pidie ini direncanakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 280 M yang dibangun bertahap atau multiyear. Tiap tahun sejak peletakan batu pertama 2015 silam, pemerintah baik kabupaten maupun provinsi melalui dana Otsus dialokasikan anggaran untuk pembangunan masjid yang terletak di pusat kota ini. 

Awalnya, menurut Adam, sempat ada kabar pembangunan masjid masuk dalam proyek tunda.  Tetapi setelah ada masukan dari sejumlah kalangan pembangunan masjid harus tetap berjalan, maka proses tender dilanjutkan hingga ada pemenang, bahkan saat ini mulai pengerjaan di lapangan.  

“Ini merupakan pembangunan lanjutan tempat ibadah, adanya pertimbangan dari pimpinan untuk tidak ditunda pengerjaannya,” papar Muhammad Adam. 

Sejak dimulai pembangunan tahap pertama hingga saat ini, pembangunan rumah ibadah yang juga ikon sejarah kota Kabupaten Pidie itu sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 120 miliar. 

Kali ini PT Alaska Saho Adab sebagai kontraktor yang dipercayakan untuk melanjutkan pembangunan masjid, setelah menang dalam tender Rp16,733 M. Sedangkan pengawasan dipercayakan kepada CV Ganessa Consultan Group Rp500 juta.[]