SIGLI – Massa pendukung pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah T.M. Daud berunjuk rasa di halaman kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Kamis, 9 Februari 2017, siang.

Mereka meminta klarifikasi dari KIP Pidie terkait tidak ditayangkan iklan paslon Roni Ahmad-Fadhlullah. Unjuk rasa massa itu dikawal puluhan personel Polres Pidie dan Brimob.

Salah seorang tim sukses Abusyik, Afdal Daud, dalam orasinya mengatakan, pihaknya ingin bertemu komisioner KIP Pidie untuk menanyakan kenapa iklan paslon nomor urut 2 tidak ditayangkan di media, baik media online maupun media cetak. “Kedatangan kami ke sini untuk meminta klarifikasi KIP terkait tidak ditayangkan iklan pasangan calon kami,” katanya.

Afdal menilai KIP Pidie tidak independen dalam memperlakukan para paslon bupati-wabup. Kata dia, hanya karena tidak menuruti permintaan KIP agar para pendukung Roni Ahmad-Fadhlullah tak memakai kupiah (kopiah) merah saat acara debat kandidat, 10 Januari 2017, dan mereka keluar dari ruangan debat, sehingga dikenakan sanksi. Padahal, menurutnya, kupiah tersebut bukanlah alat peraga kampanye dari pasangan Roni Ahmad–Fadhlullah.

“Semestinya KIP harus independen dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pilkada. Setiap kandidat harus diperlakukan sama,” ujar Afdal.[]