Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaMasuk Kantong Plastik...

Masuk Kantong Plastik dan Seberangi Sungai Deras demi Sekolah

Para orangtua tentu ingin melihat anak-anaknya sukses dalam kehidupan. Mereka pun yakin, salah satu jalan meraih kesuksesan adalah dengan pendidikan.

Mereka pun rela melalukan berbagai cara agar anak-anaknya bisa sampai ke sekolah. Meskipun cara untuk bisa pergi sekolah sangat ektrem dan berbahaya.

Seperti yang terjadi kampung Huoi Ha di Vietnam. Para orangtua rela bersusah payah untuk memastikan anaknya sampai di sekolah.

Dikutip dari Siakapkeli, Senin 24 Juni 2019, sejumlah siswa harus melintasi sungai selebar 20 meter untuk bisa sampai ke sekolah. Tidak ada jembatan, sedangkan air sungai itu cukup deras.

Para orangtua hanya bisa mengantarkan anak-anak mereka sampai di tepi sungai. Selebihnya, mereka menyewa jasa orang pandai berenang untuk menyeberangkan anak-anaknya.

Cara Ekstrem Menyeberang

Cara penyeberangan siswa-siswa itu juga cukup mengerikan. Mereka dimasukkan ke dalam kantung plastik agar bisa diseberangkan dengan mudah.

Kondisi semacam ini terjadi sepanjang musim hujan. Ketika kemarau, terdapat jembatan kecil yang bisa dilewati.

Setiap kali musim penghujan, permukaan air sungai akan meninggi. Arus air yang deras merusak jembatan, sementara rakit tidak dapat melaju.

Saat para siswa itu diseberangkan, para orangtua menunggu dengan perasaan cemas di tepi sungai. Mereka baru tenang jika anak-anaknya sampai di seberang dan keluar dari kantong plastik.

Perjuangan para siswa itu belum selesai. Meski sudah bisa menyeberang, mereka masih harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer dari sungai menuju sekolah.[]Sumber:dream.co.id/Siakapkeli.my

Baca juga: