IDI RAYEK – Masyarakat seputaran Gampong Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk khususnya yang domisili di seputaran Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur resah akibat balapan liar yang dilakukan sejumlah remaja.

Pasalnya dengan kondisi jalan lurus dan sebagai jalur lintas provinsi, tentu itu sangat mengkhawatirkan keselamatan para pengguna jalan jika aksi balap liar kerap terjadi.

“Banyak remaja berkumpul kalau sudah tengah malam, bahkan tidak hanya kumpul saja mereka seperti komunitas motor gila, dengan suara honda ngeber-ngeber. Aksi mereka setiap malam sangat meresahkan kami,” kata Abdullah warga setempat kepada portalsatu.com, Kamis 23 Juni 2016.

Sementara geuchik gampong setempat mengakui aktivitas remaja bermotor di sana sudah sangat meresahkan lingkungan masyarakat. Bahkan kata dia, jika malam sudah sunyi sebahagian mereka menggelar balap liar.

“Kami resah dengan adanya balapan liar ini, kami khawatir dampak dari balapan liar ini akan terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa, sebab sangat mengganggu pengguna jalan lain juga membuat tidak nyaman masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan dua arah ini,” kata Geuchik Titi Baro, Syarifuddin, Kamis 23 Juni 2016.

Syarifuddin  mengatakan, hampir setiap malam selama bulan puasa ini, seusai salat tarawih hingga menjelang Subuh sepanjang jalan dua arah itu dijadikan arena balapan liar bagi sebagian para remaja.

“Kami sudah sangat resah akibat ulah mereka ditambah suara knalpot sepeda motor membisingkan telinga, apalagi di sini lampu penerangan jalan kurang maksimal,” Kata Syarifuddin.

Masih menurut Syarifuddin, para pelaku balap liar tidak takut dan berani melaju kenderaan bermotor dengan kecepatan tinggi.

“Motor mereka larinya sangat kencang, mereka terbilang nekat kebut-kebutan, padahal kondisi lalu lintas padat, bahkan ada sebagian pelaku balap liar yang sepeda motornya tidak ada lampunya,” katanya.

Mewakili masyarakat Titi Baro, geuchik  berharap ada upaya dan tindakan tegas dari Kepolisian Resor Aceh Timur untuk meminimalisir aksi balap liar.

” Ini sangat lah penting demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama,” kata Geuchik.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto SIK. M.Hum menyampaikan, sepekan yang lalu pihaknya sudah memperoleh informasi terkait adanya aksi balap liar dan pihaknya

“Pihak kami  telah menerima laporan tersebut melalui Satuan Lalu Lintas dan Satuan Sabhara, Sehingga mereka telah berupaya menertibkannya dengan melakukan patroli berkala pada waktu atau jam-jam yang berpotensi terjadinya aksi balap liar. Namun pada saat dilkukan patroli sekaligus penyisiran tidak ditemukanya kegiatan tersebut,”kata Kapolres.

Kapolres mengaku  pihaknya  akan tetap melakukan patroli untuk mengantisipasi adanyan kegiatan serupa,

” Ya, Para pelaku balap liar sepertinya mengetahui kedatangan petugas sehingga mereka membubarkan diri atau sembunyi. tidak ada toleransi bagi pelaku, karena aksi mereka sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum,” pungkas Kapolres seraya berharap kepada warga juga ikut berperan aktif melaporkannya  jika mengetahui adanya kegiatan balapan liar dalam wilayah hukum polres Aceh Timur.[]