BANDA ACEH – Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah meminta PT Medco Energi Internasional sebagai pengelola lapangan gas Blok A di Aceh Timur agar memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menghindari terjadinya kecemburuan sosial di wilayah operasional perusahaan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zaini saat menerima kunjungan pimpinan perusahaan yang dihadiri Direktur/Chief Operating Officer (COO), Ronald Gunawan dan Direktur/Chief Human Capital & Business Support Officer (CHCO), Amri Siahaan di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Selasa, 31 Mei 2016.

“Penyerapan tenaga kerja lokal penting untuk diperhatikan mengingat masih tingginya angka pengangguran akibat dari sisa konflik yang berkepanjangan dan bencana alam yang terjadi di Aceh,” kata Gubernur Zaini, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Menurut Zaini, dengan memberdayakan tenaga kerja lokal, konflik sosial antara masyarakat dan perusahaan dapat dihindari sekaligus memberikan dampak lansung terhadap peningkatan perekonomian rakyat.

“Kita tidak mau pengalaman seperti sebelumnya terjadi dimana masyarakat setempat dianaktirikan. Seperti kata pepatah; ‘Buya krueng teudong-dong, buya tamong meuraseuki’,” ujar Zaini.

Gubernur berharap agar masyarakat sekitar tidak menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dan berkerja sama dalam meraih hasil dari proyek pengeboran gas tersebut demi kemajuan dan kemakmuran Aceh. 

Chief Operating Officer (COO), Ronald Gunawan mengatakan, proyek pengembangan lapangan gas Blok A saat ini berjalan lancar sesuai jadwal dan diharapkan mulai beroperasi awal 2018.

“Untuk urusan pembebasan lahan 88 persen, atau sebanyak 154 hektar telah selesai. Kita sekarang sedang dalam proses pengambil-alihan saham Japex sebelum dapat berproduksi sepenuhnya pada 2018,” kata Ronald.

Sebagai bagian dari program tanggungjawab sosial, Ronald menjelaskan pihaknya telah mnyerahkan bangunan gedung RSUD dr Zubir Mahmud kepada pemerintah setempat yang dibangun menggunakan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) sebesar Rp 75 miliar.

Ronald menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan rekrutmen untuk  program pelatihan teknisi bagi putra putri Aceh sebagai tenaga operator dan teknisi yang terampil.

Turut hadir Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh Dr. Iskandar Zulkarnain, Kepala Biro Humas Setda Aceh Frans Dellian serta beberapa kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.[] (rel)