ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Maddi, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, mengeluhkan proyek rehabilitasi Bendung Irigasi Krueng Pase yang berada di antara Kecamatan Meurah Mulia dan Nibong hingga saat ini belum rampung, dan terkesan mangkrak. Dampaknya, petani di wilayah itu tidak bisa menggarap sawah secara maksimal.
Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 3 Januari 2023, di lokasi Bendung Irigasi Krueng Pase tampak sepi, tidak terlihat pekerja proyek bersumber dari APBN yang ditangani PT Rudy Jaya itu. Enam ekskavator (alat berat beko) masih berada di lokasi, tapi tanpa operator. Sejumlah lapak dagangan milik warga di lokasi proyek tersebut sudah tutup.
Proyek rehab Bendung Krueng Pase itu dikerjakan sejak November 2021. Sebelumnya pihak perusahaan pelaksana menargetkan pembangunan selesai pada Desember 2022. Faktanya, sampai sekarang belum tuntas.
Keuchik Gampong Maddi, Kecamatan Nibong, Abdurrahman, menilai pembangunan bendung tersebut terkesan mangkrak karena progres pekerjaan di lapangan masih sangat rendah.
Abdurrahman mengaku sering menerima keluhan masyarakatnya terkait lambannya pembangunan Bendung Irigasi Krueng Pase. Lambannya pekerjaan proyek itu berdampak terhadap sawah warga di Gampong Maddi maupun desa lainnya dari sayap kiri dan kanan Krueng Pase.
“Harapan kita kepada pihak PT Rudy Jaya supaya mengerjakan lebih cepat proyek itu. Karena sudah banyak pengaduan masyarakat kepada saya mengenai lahan warga ambruk di bantaran Krueng Pase akibat lambannya pembangunan proyek. Kondisi seperti ini akan membuat para petani mengalami kerugian,” kata Abdurrahman kepada wartawan di lokasi Bendung Irigasi itu, Selasa (3/1).
Menurut Abdurrahman, dampak lainnya adalan sawah petani mengalami kekeringan cukup lama. Akibat tidak ada suplai air irigasi, selama ini masyarakat hanya menggarap sawah dengan mengandalkan tadah hujan sebagai sumber air.
“Lahan sawah yang mengalami kekeringan di Gampong Maddi, Kecamatan Nibong, diperkirakan sekitar 15 hektare. Itu belum termasuk di gampong lainnya, yang kondisinya juga sama,” ucap Abdurrahman.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Erwandi, menyebut sampai saat ini pihaknya masih terkendala terutama di Daerah Irigasi Krueng Pase. Berdasarkan pantauan di lapangan sebelumnya, kata dia, Bendung Irigasi Krueng Pase belum selesai 100 persen untuk melayani suplai air ke persawahan di sembilan kecamatan dalam wilayah Aceh Utara dan satu kecamatan di Lhokseumawe.
Humas PT Rudy Jaya, Surya Darma, dikonfirmasi portalsatu.com/ via WhatsApp, Selasa (3/1), sekitar pukul 13.02 WIB, terkait progres pembangunan Bendung Irigasi Krueng Pase, dan mengapa tidak ada lagi pengerjaan di lapangan, ia belum merespons pertanyaan tersebut.[]





