27.2 C
Banda Aceh
Sabtu, September 25, 2021

Masyarakat Simpang Keuramat Tuding PT SA Serobot Lahan Warga

ACEH UTARA – Sejumlah masyarakat di Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, menuding PT Satya Agung (SA) telah menyerobot lahan milik warga setempat. Perusahaan perkebunan yang beroperasi sejak 1981 itu diduga melakukan penyerobotan dan menguasai lahan warga Gampong Kilometer VIII secara sepihak.

Hal itu disampaikan Kepala Dusun Keuramat, Gampong Kilometer VIII, Muhammad Nasir akrab disapa Amad Kadus, didampingi sejumlah aktivis mahasiswa, saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Bersama (Setber) Jurnalis Pase, Lhokseumawe, Senin, 13 September 2021.

Nasir menjelaskan masyarakat Kilometer VIII memiliki peta terhadap lahan itu, yakni peta wilayah desa yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 1880. “Sengketa lahan antara PT SA dengan masyarakat setempat sudah berlangsung sejak 1982, namun orang tua sebelumnya tidak berani melakukan protes,” kata Nasir sebagaimana keterangan tertulis diterima portalsatu.com, Selasa, 14 September 2021.

Menurut Nasir, sejak 2018 sampai saat ini dengan berpatokan pada peta batas wilayah, masyarakat memberanikan diri untuk menggarap kembali lahan yang sudah lama ditelantarkan itu untuk bercocok tanam.

“Konflik antara perusahaan dan warga pun tidak terelakkan. Beberapa kali sempat terjadi mediasi untuk penyelesaian. Namun, tuntutan warga tidak pernah digubris. Bahkan warga sempat menahan alat berat milik PT SA yang sedang beroperasi di lahan yang diklaim masuk wilayah gampong”.

“Dalam setiap mediasi perwakilan gampong menuntut agar PT SA dapat menunjukkan batas HGU, dengan menurunkan BPN untuk pengukuran ulang. Pada Oktober 2020, tuntutan warga untuk pengukuran kembali tapal batas Hak Guna Usaha (HGU) direalisasikan oleh PT SA dengan menurunkan tim pengukur dari BPN Aceh Utara,” tambah Nasir.

Nasir menyebut dalam pengukuran dilakukan pihak BPN juga melibatkan perwakilan perusahaan dan masyarakat, dan Muspika Simpang Keuramat. Beberapa pekan kemudian dilanjutkan dengan ekspose hasil pengukuran yang berlangsung di Aula Kantor Camat Simpang Keuramat.

“Baik dalam pengukuran maupun ekspose yang dilakukan BPN terbukti bahwa ada sekitar 50 hektare lahan Gampong Kilometer VIII yang berada di luar HGU dikuasai perusahaan itu sejak 1982 dan ditanami pohon karet,” ujarnya.

“Masyarakat sendiri sudah berupaya melakukan mediasi untuk penyelesaian persuasif dengan PT SA. Namun, sampai hari ini belum ada titik temu dan tidak ada iktikad baik dari perusahaan perkebunan tersebut,” tegas Nasir.

Sementara itu, Keuchik Gampong Kilometer VIII, Mahyeddin Abubakar, mengatakan setelah ekspose hasil pengukuran lahan, tidak ada lagi upaya mediasi yang dilakukan PT SA.

Terakhir, kata Mahyeddin, pada 8 Februari 2021, pihak PT SA mengirimkan surat permohonan penyelesaian garapan dalam HGU perusahaan itu kepada Bupati Aceh Utara. Surat bernomor: 82/SAG/II/2021 itu sebagai tindak lanjut pertemuan antara menajemen PT SA dengan bupati pada 6 Februari 2021. Tembusan surat tersebut ikut disampaikan kepada Keuchik Kilometer VIII.

“Isi surat tersebut tidak benar. Di mana pihak perusahaan menuduh masyarakat Kilometer VIII telah menguasai lahan dalam HGU seluas lebih kurang 140,06 hektare. Dalam surat yang ditanda tangani oleh H. Tarmizi Thayeb selaku CBDO perusahaan ikut menawarkan kompensasi/tali asih sebesar Rp1 juta perhektare kepada masyarakat penggarap lahan HGU. Ini juga kami menolak karena tidak benar apa yang disampaikan,” ujar Mahyeddin akrab disapa Nyak Din.

Menurut Mahyeddin, pihak PT SA kemudian melaporkan warga Kilometer VIII ke Polres Lhokseumawe. Hal ini diketahui setelah keuchik bersama kepala Dusun Keuramat dan dua warga lainnya, yakni wakil tuha peut serta perwakilan pemuda menerima surat panggilan dari Polres Lhokseumawe pada 26 Agustus 2021 untuk dimintai keterangan.

“Menyangkut surat pemanggilan dari Unit III Tipidter Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe atas laporan Syahrizal Ir staf legal PT SA (terhadap terlapor) sebagai terduga tindak pidana penyerobotan hak atas tanah ini merupakan upaya pengalihan isu dan membungkam tuntutan masyarakat atas penguasaan lahan yang dilakukan perusahaan sejak 1982,” ujar Mahyeddin.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Tuan Rumah Pra-PORA Sepak Bola

BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues  akan menjadi tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Aceh (PORA) Cabang...

Palestina: Israel Haraus Tinggalkan Yerusalem Timur dalam 1 Tahun

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi...

Saksikan Pacuan Kuda di Gayo Lues, Pengunjung Disuntik Vaksin, Dikasih Sembako

  BLANGKEJEREN - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues menggelar latihan bersama...

Putri Bimbim Slank Mezzaluna Siap Go Internasional Lewat Lagu ‘In Situ’

Putri Bimbim Slank, Mezzaluna D'Azzuri mengikuti jejak sang ayah terjun di industri musik Indonesia. Bukan sebagai drummer,...

Berikan Pemahaman kepada Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

SABANG – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menitipkan pesan kepada para kepala Puskesmas...

Aceh Hari Ini: Siasat Kawat Palsu Pemuda Atjeh Sinbun Untuk KNIL

Para pemuda pejuang Aceh di redaksi surat kabar Atjeh Sinbun membuat kawat palsu atas...

SMUR Minta Pemkab Aceh Utara Cabut Izin HGU PT SA

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) bersama warga Kecamatan Simpang Keuramat, meminta Pemerintah...

Realisasi PAD Getah Pinus Gayo Lues Baru 14 Persen

BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues dari bagi hasil getah...

Kabid Humas Polda Aceh: Khana Darasa Naswa Hanya Alami Sikosomatik

BANDA ACEH – Khana Darasa Naswa (12) siswi SMK Negeri 1 Lkokseumawe yang tumbang...

Tim Polyrobocom PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2021

LHOKSEUMAWE - Tim  Polyrobocom Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia (KRI)...

Ganti Rugi Lahan Jalan Tol di Padang Tiji Dinilai Bermasalah

BANDA ACEH - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa...

Ritual Pagi Hari Demi Kualitas Hidup

Pebisnis sekaligus penulis buku "The Miracle Morning", Hal Elrod, mengakui, bangun pada pagi hari...

Risiko Berat Mualaf Juan Berjuang Sembunyikan Islamnya

Juan Dovandi (19 tahun) masih terus berproses sebagai mualaf. Karena hingga saat ini dia...

Conor McGregor Bikin Onar dan Patah Kaki, Nasibnya Kini

Kabar terbaru disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White. Hal ini soal nasib Conor...

Kemenag dan Dinas Dayah Persiapkan Hari Santri Nasional

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh...

Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMPN 1 Tanah Luas Direhab

LHOKSUKON – Delapan ruang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Luas,...

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyerobotan lahan antara masyarakat...

Jika Bitcoin Jadi Sangat Sukses, Ini Prediksi Miliarder Ray Dalio

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi...

Premier Oil Andaman Cari Cadangan Migas Baru di Aceh

BANDA ACEH – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKSK) Premier Oil Andaman mencari cadangan minyak...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat