BANDA ACEH Sebagaimana budaya setempat, Sekolah Dasar Tadika Pohon Jambu, Patani, Thailand Selatan memperingati maulid Nabi dengan berbagai kegiatan.
Pengajar di Sekolah Dasar Tadika Pohon Jambu, Al Mukarramah, yang merupakan alumnus FISIPOL Unsyiah, mengisahkan pengalamannya.
Berbagi hadiah untuk anak-anak berupa uang yang dibungkus-bungkus dengan kertas warna-warni, isinya beragam, kisaran 5-20 Baht. Nasi air daging lembu dijadikan menu utama maulid kampung Pohon Jambu, Patani, Thailand Selatan.
“Untuk tamu-tamu usia tua dibagikan gelas atau piring sesuai kehendak tuan rumah, yang pemberian itu dibungkus seperti souvenir.”
Kegiatan yang diadakan berupa makan-makan juga ada barzanji (syair yang berisi selawat) ada yang dalam bahasa melayu, Pattani dan juga dalam bahasa Arab,” ujar Al Mukarramah.
“Kalau maulid di rumah, biasanya tuan rumah membagi hadiah, pengemasan hadiah ada yang sama ada yang beda, ada yang memberi hadiah (duit bungkus) untuk semua murid, ada juga yang memberi kepada anak-anak yang mengikuti permainan penyemarak maulid,” katanya.
Suasana maulid di negeri tetangga terlihat antusias, di mana kegiatan yang berlangsung tidak hanya makan-makan dan shalawat saja, tetapi juga diwarnai acara lomba dan pembagian hadiah-hadiah besar khusus untuk para pemenang.
“Makanan maulid dibuat secara gotong royong oleh ibu-ibu kampung setempat dihari H, ibu-ibu tersebut juga merupakan orangtua dari murid SD Tadika Pohon Jambu,” ujar Al.
Selain Sekolah Dasar Tadika Pohon Jambu, Sekolah Dasar Tadika Nurul Ikhsan mengadakan maulid di Masjid Kampung Pohon Jambu dan acara berlangsung hingga magrib nanti.
Setiap masjid memiliki jadwal maulid yang beragam, sebagian mengadakan acara maulid pada pagi, siang, dan malam,” ujar Al.[](tyb)




