BLANGPIDIE — Krueng Baro di Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi tujuan utama masyarakat untuk memperingati tradisi tolak bala yang dilakukan di pengujung bulan Safar pada Rabu, 15 November 2017.

Tradisi ini telah dilakukan secara turun temurun bagi warga Abdya dan sekitarnya. Hanya saja saat ini tidak ada ritual-ritual khusus yang dilakukan, selain hanya sebagai ajang berkumpul dengan keluarga atau piknik sambil makan bersama.

Salah satu warga setempat, Ernawati, mengatakan, tradisi tolak bala ini menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat setempat. Kemeriahan menyambut tradisi ini tak ubahnya seperti menyambut kedatangan bulan Ramadan.

“Sehari sebelumnya warga khususnya perempuan sudah sibuk mempersiapkan masakan untuk dibawa ke sungai atau ke pantai. Biasanya ada yang memasak daging, atau ketupat,” ujar Erna kepada portalsatu.com/.

Amatan portalsatu.com/ di lokasi, Rabu, 15 November 2017, sungai yang bermuara ke Samudera Hindia itu banyak dipenuhi warga dari berbagai wilayah di Abdya dan Aceh Selatan. Mereka duduk di bawah-bawah tenda yang biasanya digunakan warga untuk berteduh saat memecah batu.

Salah satu di antara mereka adalah Sisil, remaja asal Labuhan Haji, Aceh Selatan itu datang bersama keluarganya. Mereka datang dengan membawa makanan untuk disantap di lokasi.

“Setiap tahun selalu ikut memperingati tradisi ini. Tidak harus ke sungai ini, bisa juga dengan datang ke pantai,” ujar Sisil.

Selain membawa bekal dari rumah, pengunjung juga ada yang memasak di lokasi. Mereka membawa kuali dan bahan-bahan yang ingin di masak. Sekelompok anak muda dari Aceh Selatan misalnya, memilih memasak mie instan untuk disantap bersama teman-temannya.[]