Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsMemoar Langka Ceritakan...

Memoar Langka Ceritakan Kisah Perbudakan Muslim Afrika di AS

Autobiografi Omar ibn Said, seorang budak Muslim di Amerika Serikat (AS) menceritakan latar belakang banyaknya orang Afrika yang dipaksa dan dijual sebagai budak selama Perdagangan Budak Atlantik.

Koleksi manuskrip dikumpulkan oleh seorang penentang perbudakan bernama Theodore Dwight pada 1860-an.

Manuskrip itu kemudian diwariskan ke orang-orang yang berbeda selama bertahun-tahun, kemudian selama hampir 50 tahun, koleksinya menghilang.

Pekan lalu, Perpustakaan Kongres mengumumkan bahwa autobiografi itu beserta dokumen-dokumen lainnya telah ditemukan dan merilis salinan digital di situs web resminya.

Kisah hidup Omar memikat banyak sejarawan, yang menggunakannya untuk memberikan perspektif yang lebih rinci tentang kehidupan budak Afrika.

“Saya tidak bisa menulis kisah hidup saya karena saya telah banyak lupa dengan bahasa saya sendiri dan juga bahasa Arab. Jangan keras pada saya, saudaraku. Kepada Tuhan, biarlah rasa syukur yang berlimpah dibayarkan untuk kemurahan dan kebaikannya yang besar,” tulisnya dalam surat, yang tidak jelas siapa penerimanya.

Omar adalah seorang Muslim Afrika berpendidikan yang lahir sekitar tahun 1770 di Futa Toro, yang sekarang disebut Senegal.

Dia ditangkap pada usia 37 dan dijual sebagai budak di Carolina Selatan.

Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang sarjana, guru dan pedagang sebelum menjadi budak.

Setelah tiba di Amerika, Omar dibeli oleh James Owen, saudara lelaki dari Gubernur Carolina Utara John Owen.

Owen tertarik dengan Said dan memberinya Al-Quran berbahasa Inggris, berharap dia dapat belajar bahasa.

Pada 1821, Omar pindah agama menjadi Kristen dan dibaptis.

Namun, catatan menunjukkan bahwa dia tidak pernah benar-benar melepaskan keyakinan Islamnya.

Perbedaan autobiografi Omar dari budak-budak lainnya pada waktu itu adalah bahwa kisah itu ditulis dalam bahasa Arab, bahasa yang hampir tidak dipahami oleh siapa pun di Amerika pada waktu itu.

“Hal ini membuat memoarnya terlihat lebih jujur dan lebih otentik,” ujar Mary-Jane Deeb, kepala Divisi Perpustakaan Afrika dan Timur Tengah.

Omar meninggal pada 1864, satu tahun sebelum AS secara resmi menghapuskan perbudakan.

Dia menghabiskan 50 tahun hidupnya sebagai budak di rumah keluarga Owen.[]Sumber: anadoluagency

Baca juga: