Oleh: Alwi Shahab
Saat film Malaya masih diperbolehkan diputar di Indonesia, tidak pelak lagi P Ramlee menjadi idola remaja Jakarta. Penampilannya banyak ditiru, termasuk rambutnya yang keriting dan kumis tipisnya, seperti bintang Hollywood kala itu, Clark Gable.
Yang paling sulit ditiru adalah keriting rambutnya yang menjadi mode para pemuda kala itu. Karena salon kecantikan belum muncul kala itu, di kaki lima banyak bermunculan salon-salon amatiran.
Untuk mendapatkan rambut seperti idolanya, para pemudanongkrong di kaki lima. Rambutnya dikeriting dengan besi yang dipanaskan.
Konon, ada yang sampai rambutnya menjadi pitak hanya untuk meniru P Ramlee. Begitu dihormatinya P Ramlee, hingga Pemerintah Malaysia memberikannya gelar, Tan Shree. Sedangkan, gambarnya diabadikan dalam perangko.[]

