LHOKSUKON – D, remaja usia 17 tahun asal Kabupaten Aceh Utara yang diduga telah diintimi TM, 50 tahun, kini lebih memilih mengurung diri di rumahnya. Ia menjadi pendiam dan tidak banyak bicara, bahkan dengan keluarganya.

“Dalam keseharian, ia memang agak pendiam. Namun paska kejadian itu, ia menjadi gadis pemurung. Ia tidak berani keluar rumah karena malu. Sekarang hanya bicara jika ditanya, selebihnya hanya diam,” ujar salah satu keluarga D, saat ditemui portalsatu.com di rumahnya, Jumat, 8 September 2017 sore.

Kata wanita paruh baya itu, D sudah empat tahun mengaji di dayah tersebut, namun ia baru mondok selepas lulus SMP. 

“Setelah menerima SMS dari TM yang isinya menyatakan telah bersetubuh dengan korban, orangtua korban membawa anaknya ke dokter di Lhokseumawe untuk divisum. Hasil visum menunjukkan bahwa korban sudah pernah berhubungan badan. Kemudian ayah korban membuat laporan ke polisi,” terang keluarga D.

Ditemui di lokasi yang sama, D menceritakan kisah pilunya.

“Sepekan setelah lebaran Idul Fitri, saya kembali mondok di dayah. Lewat tengah malam, TM yang merupakan pimpinan dayah menelepon saya. Ia minta dipijat di kamar tamu, saat itu umi dan santri lainnya sudah tidur. Saya tidak curiga, karena beliau sudah biasa minta dipijat,” ujar D.

Tapi kali ini, kata D, guru ngajinya itu berbuat hal yang diluar kewajaran. Menurut D, ia dipaksa melayani TM. “Geupeugah le gobnyan, meunyoe hana soe meukawen jeut long meukawen (Kata beliau, jika tidak ada yang mau menikahi saya, maka beliau yang nikahi),” ucap D yang mengaku terakhir kali disetubuhi saat lebaran Idul Adha.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Hingga saat ini TM belum berhasil dikonfirmasi, mengingat ia tidak berada di rumahnya. Bahkan Dayah itu terlihat sepi karena sudah diberi garis polisi.

Dalam kesempatan terpisah, portalsatu.com, mendapatkan informasi bahwa tempat pengajian yang ditangani TM merupakan balai pengajian malam, tidak memenuhi standar dayah dan tidak dapat disebutkan dayah karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Dinas Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh. Dan, menurut informasi tersebut, prilaku TM sendiri kurang disukai sebagian masyarakat sekitar.[]