Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaMengapa Lain-lain PAD...

Mengapa Lain-lain PAD yang Sah Bertambah Rp139 Miliar?

LHOKSEUMAWE – Ada yang menarik dalam rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Aceh Utara tahun 2016. Di sana tercantum keterangan, “Lain-lain PAD yang sah bertambah Rp193,378 miliar lebih”. Namun, tidak ada penjelasan dalam PPAS-P itu, dari mana sumber penerimaan/pemasukannya, sehingga terjadi penambahan signifikan.

Kebijakan Umum Perubahan APBK (KUPA) dan PPAS-P Aceh Utara tahun 2016 disampaikan oleh Wakil Bupati Muhammad Jamil dalam rapat paripurna DPRK, Selasa, 18 Oktober 2016, sore. Dalam rancangan PPAS-P itu target (Anggaran) Pendapatan Daerah dari Rp2,260 triliun lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp2,773 triliun lebih (sesudah perubahan), bertambah Rp512,719 miliar lebih.

Adapun rincian target Anggaran Pendapatan Daerah itu, antara lain  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp211,298 miliar lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp404,530 miliar lebih (sesudah perubahan), bertambah 193,231 miliar lebih.

Rincian target PAD tersebut: Pendapatan Pajak Daerah dari 23,934 miliar lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp23,984 miliar lebih (sesudah perubahan), bertambah Rp50 juta. Target Hasil Retribusi Daerah dari Rp5,789 miliar lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp4,797 miliar lebih (sesudah perubahan), berkurang Rp992 juta lebih.

Berikutnya (lanjutan dari rincian target PAD), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dari 19,420 miliar lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp20,215 miliar lebih (sesudah perubahan), bertambah Rp798 juta lebih. Target Zakat Rp8 miliar lebih (tidak ada perubahan). Target Lain-lain PAD yang Sah dari 154,065 miliar lebih (sebelum perubahan) menjadi Rp347,443 miliar lebih (sesudah perubahan), bertambah Rp193,378 miliar lebih.

Target penambahan PAD Aceh Utara sesudah perubahan APBK 2016 itu berbanding terbalik dengan realisasi PAD dalam beberapa tahun terakhir. Artinya, realisasi PAD yang biasanya minim, tiba-tiba ditargetkan bertambah signifikan.

Lantas, dari mana sumber penerimaan/pemasukannya, sehingga terjadi penambahan signifikan pada Lain-lain PAD yang Sah? “Oma nyan payah kucek dilee, sebab struktur nyan awak nyoe yang peugot, Bidang Anggaran dan Bappeda (harus saya cek dulu, sebab struktur anggaran dalam PPAS-P 2016 disusun Bidang Anggaran DPKKD dan Bappeda),” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Utara Muhammad Nasir dihubungi portalsatu.com, Rabu, 19 Oktober 2016, sekitar pukul 14.55 WIB.

Dihubungi kembali sekitar pukul 16.15 WIB, Muhammad Nasir tidak merespon pangilan masuk di telpon selulernya.[](idg)

Baca juga: