JAKARTA – Lima warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai advokat mendeklarasi pembentukan Tim Pembela Jokowi di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.
Baca: Buka Puasa Bersama, 5 Advokat Ini Deklarasi Tim Pembela Jokowi
Berikut lima profil singkat para deklarator tersebut.
Rambun Tjajo, S.H.
Rambun mulai menjalankan profesinya sejak tahun 1984 silam bermula sebagai pengacara praktek di LBH Bandung dan YLBHI sampai tahun 1996. Selepas YLBHI, Rambun menjalankan profesinya sebagai advokat pada firma hukum Bahar, Tjajo & Partners, dan selanjutnya di firma hukum HHP sebagai Internasional Partner.
Saat ini Rambun merupakan partner pendiri dari firma hukum TJAJO & Partners. Rambun merupakan advokat terkemuka di bidang area praktek Pasar Modal dan Hukum Korporasi. Ia juga merupakan Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi serta salah satu inisiator Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) yang merupakan forum advokat yang aktif menyuarakan kesetiaan pada Pancasila dan NKRI, dan juga secara aktif bersama pemerintahan Jokowi menjadi kuasa hukum dalam persidangan di MK dan PTUN sehubungan dengan perkara-perkara Perppu Ormas.
Rambun juga ikut mendirikan organisasi Pusat Kajian Pengembangan BERDIKARI, yang fokus pada upaya mempromosikan hasil kerja, dan program-program, Pemerintahan Presiden Jokowi. Rambun dapat dihubungi pada nomor 081219504670.
Ahmad Budi Prayoga, S.H.
Ia merupakan advokat lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang memulai karirnya sebagai legal officer di beberapa group perusahaan sejak tahun 2005. Dari tahun 2013, Achmad sebagai Partner di Jesse Heber Ambuwaru & Partners.
Achmad merupakan salah satu partisipan aktif dalam Forum Advokat Pengawal Pancasila, yang merupakan forum advokat yang aktif menyuarakan kesetiaan pada Pancasila dan NKRI. Ia juga salah satu kuasa hukum yang ditunjuk Pemerintah dalam perkara gugatan yang diajukan HTI di PTUN Jakarta, dan juga menjadi kuasa hukum Termohon Intervensi di MK.
Dedy Mawardi, S.H.
Profesi advokat telah ditekuninya pascalulus dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 1993. Dedy biasa dirinya dipanggil, memulai karier advokatnya sebagai Direktur LBH Bandar Lampung (1993-1997) dan sebagai Ketua Harian Yayasan Pendidikan & Bantuan Hukum Indonesia (YPBHI) sampai tahun 2005.
Setelah pengabdian hukum kepada rakyat kecil selesai, Dedy menjalankan profesinya sebagai advokat profesional pada firma hukum Mangkunegaran & Partners. Kemudian ia mendirikan firma hukum sendiri dengan nama Mawardi & Partners.
Selain sebagai advokat, Dedy juga berpengalaman sebagai mediator di firma hukum Mawardi & Partners. Tahun 2013, Dedy adalah salah satu penggagas gerakan Jokowi For Presiden serta deklarator Organ Relawan Jokowi bernama SEKNAS JOKOWI. Tahun 2014 menjadi salah satu Kuasa Hukum Jokowi-JK di Mahkamah Konstitusi (MK) serta sebagai kuasa hukum salah satu Tergugat Intervensi dalam perkara gugatan HTI.
Kini di Seknas Jokowi, Dedy Mawardi menduduki jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Dedy Mawardi dapat dihubungi pada nomor 082177721945.
H. Nazaruddin Ibrahim, S.H., MIPS.
Profesi advokat telah ditekuninya pascalulus dari Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh tahun 1994, yang memulai kariernya di Kantor Hukum Yusuf Pase dan Rekan di Lhokseumawe, Aceh. Tahun 1998 dengan beberapa kolega mendirikan kantor hukum dengan nama N & Partners.
Tahun 2002-2005 saat Aceh dalam status Darurat Militer dan Darurat Sipil, Nazaruddin ditunjuk sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lhokseumawe. Setelah mengabdikan diri di KPU dan era pemilihan langsung kepala daerah dilaksanakan, bersama NM and Partners menangani sengketa pemilihan kepala daerah dan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
Nazar, biasa dirinya dipanggil, saat ini aktif di Seknas Jokowi sebagai Ketua Otonomi Daerah dan Anggota Dewan Eksekutif Pusat Kajian Pengembangan BERDIKARI, yang fokus pada upaya mempromosikan kerja-kerja dan program-program pemerintahan Presiden Jokowi. Nazar dapat dihubungi pada nomor 081360699271.
Muhammad Antonius Hartono, S.H.
Ia berprofesi sebagai advokat sejak 22 tahun silam, persisnya mulai tahun 1996. Ia adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jogjakarta. Akrab dipanggil Anton atau nama kecilnya di kampung halaman adalah Tono.
Saat ini ia tercatat sebagai Partners Senior pada Firma Hukum JAS & Partners. Sebagai advokat profesional di antaranya, Penasihat Hukum Wali Kota Kediri Syamsul Ashar, Penasihat Hukum Direktur PT. Citra Gading Asritama untuk perkara pembangunan Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur, Penasihat Hukum Bupati Sragen Agus Fachturrahman dan Bupati Badung AA Gede Agung di Bali, dan lainnya.
Antonius merupakan pendiri sekaligus Direktur LBH Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan tahun 2016 hingga sekarang. Ia juga Relawan Mandiri Jokowi sejak calon Gubernur DKI sampai menjadi Presiden RI. Antonius dapat dihubungi di 0813 2166 0021.[] (rel)







