SUBULUSSALAM – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 akan berlangsung 5-15 Agustus 2018 di Banda Aceh diikuti 23 kabupaten/kota menampilkan berbagai macam kesenian, produk unggulan hingga makanan khas daerah masing-masing.

Kota Subulussalam, sebagai daerah termuda di Aceh sejak mekar dari kabupaten induk, Aceh Singkil pada 2007 lalu, juga turut serta dalam event ini. Tari Dampeng salah satu kesenian yang akan disuguhkan di ajang PKA ke-7.

Koordinator III Bidang Kesenian PKA ke-7 Kota Subulussalam, Ugot Pinem kepada portalsatu.com/, Senin, 1 Agustus 2018 mengatakan, Tari Dampeng berjumlah 12 penari. Delapan penari disebut kelompok raja dan empat penari lainnya kelompok Sintua (unsur pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan panglima atau ketua pemuda).

“Kenapa  pergerakan Tari Dampeng itu melingkar, maknanya bersatu menjaga rezeki supaya jangan masuk mara bahaya,” kata Ugot Pinem yang juga Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Subulussalam ini.

Ugot Pinem menyebutkan, Tari Dampeng simbol kesatuan dan persatuan bagi warga Kota Subulussalam, sehingga lahirlah kalimat Sada Kata (Satu kata, satu tujuan dan satu kesepakatan) dalam bermusyawarah untuk mewujudkan pembangunan Kota Subulussalam.

Selain Tari Dampeng, Kota Subulussalam juga menampilkan beberapa kesenian lainnya, termasuk produk unggulan dan makanan khas daerah. 

Kontingen Kota Subulussalam berjumlah 227 peserta, terdiri dari 65 bidang kesenian, 35 bidang kebudayaan dan 20 peserta pameran. Ditambah 127 panitia, mereka menargetkan masuk tiga besar di PKA ke-7 di Banda Aceh.[]