Kuttab adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah ada sejak zaman awal Islam. Kuttab berasal dari kata “kataba”, “kitab” yang berarti menulis, atau buku. Kadang juga disebut ” Maktab”, tempat belajar menulis.
Awalnya, kuttab adalah tempat d anak-anak belajar membaca dan menulis Al-Qur’an serta dasar syari’ah menuju baligh dan taklif.
Model kuttab berkembang, dari belajar ke rumah guru, di dalam masjid, lalu berbentuk kelas dan menjadi sistem sosial. Perkembangannya begitu pesat pada masa keemasan Islam, terutama pada abad ke-8 hingga ke-13 Masehi (5 abad sebelum pencerahan di eropa)
Pada masa itu, kuttab menjadi lembaga pendidikan utama bagi anak-anak Muslim, baik di kota maupun di desa. Negara kekhalifahan menjamin program ini disamping suburnya tradisi wakaf dalam masyarakat islam.
Program Belajar:
Kurikulum kuttab biasanya mencakup pengajaran Al-Qur’an, hadis, fiqih, dan bahasa Arab. Anak-anak juga diajarkan keterampilan menulis dan membaca.
Metode pembelajaran di kuttab biasanya berupa hafalan dan pengulangan. Guru akan membacakan teks Al-Qur’an atau hadis, dan anak-anak akan mengulangi dan menghafalnya. Dalam poin ini, Model kuttab memainkan peran penting dalam melestarikan dan menyebarkan ilmu pengetahuan Islam yang murni.
Pada abad ke-20, kuttab mulai berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih modern. Sebagian lagi terjebak” dalam gaya industri (dengan biaya mahal dan susah diakses). Di samping itu, banyak kuttab yang mulai mengintegrasikan kurikulum modern berdasarkan sistem (pohon keilmuan) Barat.
Namun, model kuttab tetap menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Islam di banyak negara, terutama di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kuttab juga menjadi simbol kekayaan budaya dan keilmuan Islam yang telah berkembang selama berabad-abad.
Model kuttab juga bisa menjadi benteng bagi derasnya sekularisasi dan nihilisme dalam masyarakat post modern-digital sekarang ini.[]
Penulis: Taufik Sentana
Praktisi Pendidikan Islam, kontribusi sejak 1996 hingga sekarang. Mengikuti program “maktab”, 1984-1989 di Maktab Muhajirin Sei Mati Medan Labuhan. Direktur di Nuruttaufiq Islamic Education Consulting Aceh.





