Dalam hadis yang mashur pernah dinukilkan bahwa diantara kerja atau amal utama seseorang adalah apa yang dilakukan sendiri dengan tangannya: Suatu kerja mandiri, kerja yang secara langsung menggunakan tenaga dan karya tangannya. Kita bisa memaknai tangan disini sebagai simbolik atau makna tangan sebenarnya. Seperti bekerja sebagai petani, pedagang atau peternak dan kerjaan lain yang secara umum menggunakan tangan.
Secara kontekstual tentu maknanya lebih cocok sebagai bentuk kemandirian dalam bekerja. Tidak bergantung secara khusus kepada orang lain dan tidak pula hanya bergantung pada sistem perusahaan semata. Mesti ada niat dan usaha untuk melakukan pekerjaan yang berbasis pada “tangan” dan karya sendiri dalam memenuhi semua (sebagian) kebutuhan hidup.
Dalam bahasa teknis-modern itu berarti kita sebisa mungkin tidak bersikap konsumerisme, tidak menjadi konsumen semata. Apalagi di tengah maraknya industri cepat saji dan perkembangan teknologi lainnya. Baiknya kita tetap berkomitmen dan melatih diri serta mengajak orang dekat kita (keluarga) untuk bisa memproduksi dan menghasilkan sesuatu yang diperlukan sehari-hari.
Walau mungkin agak terasa repot dan menyita waktu, seperti berkebun kecil kecilan dan memelihara ternak tertentu. Namun ini sangat baik untuk menjaga keseimbagan hidup kita sendiri di tengah hiruk pikuk perkotaan, sekaligus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak di rumah khususnya. Atau bahkan pihak sekolah bisa saja mengembangakan suatu wahana produksi sendiri untuk memenuhi beberapa kebutuhan warga sekolah.
Banyak sudah beberapa karya mandiri dari generasi muda kita khususnya yang bisa menjadi penggerak baru bagi perbaikan kualitas masyarakat kita. Pilihan bidangpun sangat beragam, tidak hanya pertanian, tapi bisa juga gaya hidup, industi kreatif, solusi hiburan, pemanfaatan perkembangan digital dan sebagainya.
Sepertinya bahkan pihak sekolah dan kampus khususnya bisa lebih memberdayaan suatu proses “kemandirian karya” bagi persiapan para lulusannya. Sehingga para lulusan tersebut bisa selalu tergerak mengoptimalkan potensi dan berkarya mandiri dengan tetap menghargai kerjasama, kejujuran dan harmoni dalam keseharian mereka.[]
Taufik Sentana
Peminat kajian sosial-budaya
Bergiat di Bidang Pengembangan SDM



