Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsMenikmati Sore Waktu

Menikmati Sore Waktu

Oleh Taufik Sentana

Tiada yang tahu apakah ia akan sampai hingga sore hari. Sebagaimana diingatkan pula, bahwa seseorang bisa beriman saat pagi lalu kafir di sore harinya.

Sore seperti perantara yang jujur dan penanda waktu yang penting. Seakan semuanya dapat diterjemahkan dengan sore yang menjelang. Maka wajar, ada Sumpah dalam Kitab Suci Alquran, salah satunya dengan terminologi waktu Ashar, sore hari. Jadilah ia semacam hasil “perasan” dari waktu waktu sebelumnya.

Sore bisa hadir dengan warna lelah yang beragam, atau gejolak was was yang menggoda. Tentunya setiap kita ingin membayar sore dengan harga setimpal. Harga dari eksistensi, karya ataupun  komitmen terhadap prinsip.

Tanpa harga yang setimpal, waktu yang terlewat tak akan berulang. Dan kita menunggu malam, gerbang mati kecil, yang lebih rahasia dari sekadar waktu sore.

Taufik Sentana
Sedangkan menyusun buku puisi “Password Kebahagiaan” dan Mengelola Prog. Menulis Kreatif.

Baca juga: