Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaMenunggu Jalan Nasional...

Menunggu Jalan Nasional di Subulussalam Putus

SUBULUSSALAM — Longsor kembali terjadi di sisi kanan badan jalan arah menuju Subulussalam – Medan, Sumatera Utara tepatnya di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Pantauan portalsatu.com di lapangan, Minggu, 10 Desember 2017 kondisi longsor sudah kandas dengan aspal. Kini akses jalan nasional itu hanya menunggu putus jika curah hujan melanda daerah Cepu dan sekitarnya.

“Ini menunggu putus lagi, karena kondisi tanah di bagian bawah semakin tergerus air hujan,” kata Boma, salah seorang warga Penanggalan.

Longsor disebabkan tingginya curah hujan di wilayah Kota Subulussalam sejak beberapa bulan terakhir. Selain itu, belum adanya saluran drainase menjadi faktor utama terjadinya longsor susulan.

Berdasarkan catatan portalsatu.com longsor pertama terjadi September lalu sekitar satu meter dari rumah Mijir Bancin, 40 tahun, warga Cepu. Merasa terancam, Mijir akhirnya membongkar rumahnya dan pindah ke tempat yang lebih aman.

Pada awal Desember 2017 longsor kembali terjadi Kampung Cepu. Rumah Majir Bancin yang sebelumnya telah dibongkar turut terbawa longsor dengan kedalaman diperkirakan puluhan meter tersebut. Jarak longsor saat itu hanya sekitar dua meter dari badan jalan nasional.

Kini longsor kembali mengancam badan jalan nasional satu-satu akses utama dari wilayah barat selatan Aceh menuju Medan atau sebaliknya. Jarak longsor kini kandas dengan aspal, dikhawatirkan berpotensi putus jika wilayah tersebut dilanda hujan lebat.

Masyarakat Cepu bersama pengguna jalan berharap Pemerintah Aceh melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk mengantisipasi ancaman longsor terhadap akses jalan nasional tersebut.

“Kondisi tanah di bagian bawah semakin tergerus, ini jalan bisa amblas ke dasar jurang. Jangan tunggu korban dulu baru diperbaiki,” kata warga Cepu.[]

Baca juga: