BANDA ACEH – Komunitas Aceh Peduli ASI (APA) menggelar workshop bagi ibu hamil dan menyusui, di Hotel Diana, Banda Aceh, Sabtu, 5 Agustus 2017.
Ketua Komunitas APA, Dr. Aslinar mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk edukasi tentang pentingnya bagi seorang ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi untuk mengurangi stunting (pendek) pada anak.
“Ini workshop 1.000 hari pertama kelahiran dengan tujuannya penurunan stunting. Stunting itu artinya anak pendek. Anak pendek itu karena kekurangan gizi,” kata Aslinar kepada portalsatu.com.
Menurut Aslinar, materi diberikan dalam workshop tersebut, salah satunya, bagaimana pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang berkualitas.
“Jadi dalam 1.000 hari pertama kelahiran itu mulai dari kandungan sembilan bulan sampai nanti usia dua tahun. Di sini, Aceh Peduli ASI atau APA, kita fokus pada pemberian ASI eksklusif,” jelas Aslinar. “Materi yang kita seminarkan adalah tentang menyusui, bagaimana menyusui itu penting, bagaimana ibu pekerja itu tetap memberikan ASI, bagaimana pemberian makanan pendamping ASI yang kita mulai sejak usia 6 bulan,” kata dia lagi.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Aceh, dr. Hanif menyebutkan, workshop tersebut sangat penting sebagai pembelajaran bagi masyarakat. “Bagaimana masyarakat kita memperlakukan ibu hamil, bagaimana masyarakat kita mencetak generasi yang sehat, generasi yang pinter. Jadi, harus dimulai dari hamil, lahir, setelah itu menyusui,” ujarnya.
Hanif menjelaskan, di Provinsi Aceh, stunting atau anak tidak tumbuh normal (pendek) sebanyak 26 persen, sedangkan rata-rata di Indonesia 17,5 persen.”Salah satu solusinya adalah memberikan informasi dengan memanggil masyarakat dan memberikan pengertian tentang edukasi ASI serta apa pentingnya ASI,” jelasnya.
“Acara seperti ini lah salah satu untuk membudayakan masyarakat dan mengubah agar masyarakat tidak lagi menggunakan susu lain pada saat usia anak kurang dari enam bulan,” kata Hanif.
Acara tersebut dibuka istri Wakil Gubernur Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati.[]



