BANDA ACEH — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, turut berpartisipasi dalam kegiatan “Narasi Kemanusiaan: Menolak Diam, Merajut Solidaritas”, yang diselenggarakan KontraS Aceh dan Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia dalam rangka memperingati World Refugee Day 2025.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor KontraS Aceh, Jumat, 20 Juni 2025, itu menghadirkan pameran foto dan diskusi publik terkait situasi pengungsi dari berbagai kawasan konflik, khususnya Palestina, Rohingya, dan Aceh.

Acara peringatan ini bertujuan membangun kesadaran publik terhadap krisis kemanusiaan global, serta mendorong ruang narasi yang adil dan berpihak pada korban konflik dan pengungsi. Mendorong solidaritas dan empati masyarakat Aceh terhadap isu kemanusiaan global serta memperkuat jaringan advokasi kemanusiaan dan HAM di Aceh.

Diskusi publik turut menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga-lembaga yang aktif dalam isu pengungsian dan HAM. Di antaranya, JRS Indonesia, KontraS Aceh, Flower Aceh, dan AJI Banda Aceh.

Para pembicara menyoroti pentingnya melawan stigma, prasangka, serta narasi keliru yang kerap membingkai isu pengungsi dalam ruang publik.

Sebagai salah satu peserta, MER-C juga menunjukkan komitmennya dalam merespons situasi pengungsi di Aceh, khususnya pengungsi Rohingya.

“Selama ini, MER-C terlibat aktif memberikan bantuan kemanusiaan berupa pemeriksaan kesehatan gratis, distribusi makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan dan ibadah,” kata Ira Hadiati, Koordinator MER-C Aceh.

Bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi memberikan bantuan bagi pengungsi Rohingya, dukungan dapat disalurkan melalui MER-C Amanah Rohingya di BSI (700.130.6833), BCA (686.028.0009), Mandiri (124.000.8111.982).[](ril)