JAKARTA – Relawan medis Palestina, Razan Al Najjar, 21 tahun, syahid akibat tembakan sniper Israel ketika tengah bertugas merawat warga Gaza yang terluka pada rangkaian aksi damai di perbatasan Gaza, Palestina.
Presidium MER-C Indonesia, dr. Henry Soetrisno, mengucapkan duka atas wafatnya Razan. Ia mengatakan, menarget tenaga medis adalah sebuah kejahatan perang dan pelanggaran langsung terhadap Konvensi Jenewa 1949.
“Tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan khusus ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam perang atau konflik. Dan dunia diam dengan kejadian ini. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk sejawat kami, Razan Al Najjar. Selamat jalan saudariku, insya Allah syurga menantimu, #WeStandForPalestine, #FreePalestine,” kata Henry.
Sebagaimana diketahui, MER-C Indonesia merupakan salah satu organisasi yang mengirim relawan kesehatan dan pengumpul bantuan kemanusiaan untuk Palestina, serta turut mendirikan Rumah Sakit RS Indonesia di Gaza, Palestina.
Sebagaimana diberitakan medi-media, Razan al-Najjar, wanita 21 tahun yang tewas setelah tertembak di bagian dadanya. Razan ditembak di dekat daerah Khan Yunis, Jalur Gaza pada Jumat lalu (1/6). Medis cantik ini tergabung dalam relawan medis pemerintah sejak akhir Maret 2018. Ia bertugas mengobati warga Gaza yang terluka dan juga yang meninggal.
Najar menjadi korban tewas ke-119 dari pihak Palestina dalam demonstrasi yang terjadi sejak Rabu (30/5/2018) di Jalur Gaza. Selain korban tewas, dilaporkan setidaknya 100 orang, termasuk empat paramedis, terluka dalam unjuk rasa yang terjadi Jumat (1/6/2018).[](Rel)


