Merah Sakti meninggalkan banyak kenangan bagi masyarakat Kota Subulussalam. Kisruh politik sempat terjadi pada transisi periode kedua jabatannya sebai wali kota, tapi kemudian bisa diselesaikan dengan damai, dalam harmoni Negeri Sada Kata.
Senin, 15 Mei 2014 Merah Sakti dilantik untuk memimpin Subulussalam periode kedua. Ada warna beda pada pelantikan itu. Dua pasangan wali kota dan wakil walikota duduk bersama dalam sidang istimewa. Salah satunya malah menjadi pimpinan sidang.
Meski keempat mereka adalah rival saat pemilu pemilihan wali kota, hari itu rivalitas tersebut hilang. Pianti Mala, perempuan muda yang jadi pimpinan sidang merupakan Ketua Dewan perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, calon wakil wali kota pasangan calon wali kota Affan Alfian.
Affan sendiri merupakan wakil wali kota periode 2009-2014. Ia maju bersama Pianti Mala untuk bertarung dengan pasangan Merah Sakti dan Salmaza pada pemilihan Walikota Subulussalam periode 2014-2019. Sementara Merah Sakti merupakan Wali Kota Subulussalam 2009-2014.
Baca Juga: Mantan Wali Kota Subulussalam Meninggal Dunia
Pasangan Merah Sakti dan Affan Alfian yang memimpin Kota Subulussalam periode sebelumnya pecah kongsi. Affan menggandeng Pianti Mala, sementara Merah Sakti menggaet Salmaza. Keempat orang inilah yang membuat iklim politik di Subulussalam sempat memanas.
Unjuk rasa sempat terjadi beberapa kali, hasil Pemilukada juga digugat hingga ke Mahkamah Konstitusi. Panasnya rivalitas mereka karena jumlah perolehan suara dua pasangan ini hanya berkisar sekitar nol koma sekian persen.
Sebagai peraih suara terbanyak, pelantikan pasangan Merah Sakti dan Salmaza sebagai wali kota dan wakil wali kota sempat tertunda beberapa kali. Sampai kemudian dilantik pada 5 Mei 2014 setelah adanya keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang ditandatangani Gamawan Faudi pada 10 April 2014.
SK Mendari Nomor 131.11 – 1569 tahun 2014 memberhentikan Wali Kota Subulusalam periode 2009-2014 Merah Sakti, dan SK Mendagri nomor 132.11- 1570 tahun 2014 tentang pengesahan pemberhentikan Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2009-2014 Affan Alfian.
Baca Juga: Wali Kota Subulussalam Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Merah Sakti
Selanjutnya dalam SK lain nomor 131.11-1571 tahun 2014 Merah Sakti diangkat sebagai Wali Kota Subulussalam periode 2014-2009, serta SK Mendari nomor 132.11-1572 tahun 2014 tentang pengesahan pengangkatan Drs Salmaza sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2014-2019.
Dasar dari SK itulah kemudian pelantikan dilakukan. Pada pelantikan hari Senin itu rivalitas dua pasangan itu mencair dalam harmoni Negeri Sada Kata. Affan Alfian mantan wakil wali kota duduk sejajar dengan Wali Kota Merah Sakti.
Pianti Mala calon wakil wali kota yang gagal terpilih, tampil memimpin sidang paripurna pengesahan dan pengakatan Wali Kota Merah Sakti. Diantara ketiga mereka, Salmaza terlihat tersenyum menjadi pendampin Merah Sakti mengantikan posisi Affan Alfian periode sebelumnya.
Sebagai Ketua DPRK Pianti Mala meminta Merah Sakti untuk sama-sama membangun sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Ia menegaskan, itu penting untuk menjalankan pembangunan yang multi sektoral, apalagi katanya kualitas pendidikan dan tingkat pelayanan kesehatan di Kota Subulussalam masih rendah, lapangan kerja juga minim.
Permintaan Pianti Mala menegaskan ia telah melupakan perseteruan antara mereka pada Pemilukada, dengan optimis perempuan muda itu mengajak mantan seterunya untuk sama-sama membangun Subulussalam.
Baca Juga: Pemko Subulussalam Buka Pendaftaran Beasiswa
Hal itu kemudian dipertegas oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang melantik Merah Sakti dan Salmaza. Ia meminta agar perseteruan saat Pemilukada dilupakan. Secara khusus orang nomor satu di Aceh itu meminta keduanya kompak hingga akhir masa jabatan. “Bek watei di laot sapeu pakat, ban troh u darat laen keunira,” kata Gubernur sambil menatap Merah Sakti dan Salmaza dari atas podium.
Merah Sakti dan Salmaza yang duduk di barisan pimpinan sidang tampak menggguk. Pianti Mala dan Affan Alfian juga tersenyum. Dari balkon lantai dua gedung DPRK Subulussalam, ratusan warga bertepuk tangan. Rivalitas itu nampak telah cair, seteru telah kembali jadi kawan untuk Subulussalam lebih baik.
Kini Merah Sakti telah pergi meninggalkan banyak kenangan. Dan, tulisan ini juga bagian terkecil dari kenangan di hari pelatikan itu.[]








