SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., mengingatkan kepala desa (kades) yang baru saja dilantik supaya tidak mengutak-atik pengelolaan dana desa untuk menutupi biaya pilkades tiga bulan lalu.

“Jangan coba-coba mengambil dana desa untuk menutupi biaya pilkades. Jika itu yang terjadi Anda akan berhadapan dengan saya,” tegas Merah Sakti saat berpidato pada acara pelantikan empat kades di Kecamatan Penanggalan dan enam kades di Kecamatan Simpang Kiri, di Aula Kantor Camat Penanggalan, Kota Subulussalam, Senin, 9 Oktober 2017.

Merah Sakti menyebutkan, kades definitif harus bisa merangkul pihak yang kalah, jangan membuat blok di tengah masyarakat. Kades harus menunjukkan contoh yang baik kepada warganya. Kades juga diminta bekerja sama dengan perangkat desa dan Badan Permusyawatan Gampong (BPG).

“Kades definitif rangkul mereka yang kalah, jangan sampai terjadi selisih paham. Anda harus menjadi suri tauladan (teladan), jangan mudah mencopot perangkat, lakukan koordinasi dengan baik, utamakan musyawarah dan mufakat,” kata Merah Sakti.

Sepuluh kades definitif yang dilantik, enam di antaranya dari Kecamatan Simpang Kiri masing-masing Ludin Bancin Kades Subulussalam, Salman, S.H., Kades Subulussalam Barat, Yusril Kades Tangga Besi, Amiruddin Padang Kades Suka Makmur, Syamsudin Lingga Kades Pasar Panjang dan Jahrin Kades Buluh Dori.

Sementara dari Kecamatan Penanggalan yakni Unggul Cibro Kades Cepu, Ruduansyah Putra Angkat Kades Lae Bersih, Tagok Manik Kades Lae Motong dan Herianto Solin Kades Lae Ikan.[]