SUKA MAKMUE – Rizki Laturrahmi, seorang mahasiswa nekat mengiris telapak tangannya dalam aksi boikot kampus Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Selasa, 6 Februari 2017. Aksi ini dilakukan lantaran delapan tuntutan mahasiswa terkait hak dan pelayanan akademik yang tak kunjung disepakati.
“Laillahaillallah, saya teteskan darah saya di kertas tuntutan ini sebagai bukti mahasiswa sudah tidak dihargai lagi oleh rektorat,” ujar Rizki saat melakukan aksinya kemarin.
Aksi nekat ini mendapat perhatian para mahasiswa dan pihak rektorat.
Sebagai catatan, Rizqi merupakan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih dalam Pemilihan Raya tahun 2016 lalu. Aksi ini akhirnya berhasil dihentikan beberapa mahasiswa yang ikut serta dalam demonstrasi tersebut.
Pemboikotan yang dilakukan mahasiswa tersebut turut menyebabkan aktivitas kampus UTU lumpuh total. Selain memboikot perkuliahan, mahasiswa juga menutup seluruh akses keluar masuk kampus dengan bambu dan kayu bekas.
Dalam orasinya, mahasiswa menganggap tidak ada upaya baik dari pihak rektorat dalam memenuhi tuntutan mereka yang merupakan hak-hak mahasiswa.
“Ayahanda kita tercinta tidak peduli akan kita, ayahanda kita tidak berani menuntaskan tuntutan kita, Prof. Jasman J Makruf, SE, MBA, kami anak-anakmu mengharapkan kehadiranmu untuk menjupai kami disini,” kata Fazil Rafa, salah satu demonstran.
Fazil menyebutkan hal tersebut tidak akan terjadi jika rektor menyetujui tuntutan mahasiswa. “Dan Rektor tidak meninggalkan kami dalam ruangan seperti itu,” katanya.[]



