BLANGPIDIE – Satu dari dua meriam kuno peninggalan sejarah yang berada di halaman Kantor Camat Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), hilang.
“Prediksi saya meriam itu dicuri oleh orang tidak dikenal (OTK),” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Tangan-Tangan, Jasmadi, S.Pd., saat dikonfirmasi portalsatu.com/, Selasa, 16 Oktober 2018
Jasmadi memperkirakan meriam kuno yang panjangnya lebih dari satu meter tersebut hilang diambil OTK pada hari libur antara Sabtu dan Minggu (14/10) malam.
“Senin (15/10) pagi, ketika pegawai masuk kerja baru diketahui satu buah meriam yang berada di depan kantor camat sudah tidak ada lagi,” ungkap Jasmadi.
Jasmadi mengaku tidak mengetahui asal muasal meriam kuno yang berada di halaman kantor kecamatan tersebut, sebab sebelum dirinya menjabat Plt. Camat, meriam sudah ada di depan kantor.
“Jumlah meriam kuno di halaman kantor ada dua. Satu ditempatkan sisi kiri, dan satu lagi terletak di sebelah kanan. Jadi, yang hilang itu meriam sebelah kiri,” ungkapnya.
Jasmadi mengaku telah menyampaikan secara lisan kepada Polsek Tangan-Tangan atas kehilangan benda bersejarah tersebut.
“Kalau laporan secara resmi belum kita buat. Kita imbau dulu agar meriam itu dikembalikan ke tempatnya. Jika batas waktu sepekan tidak juga diserahkan baru kita buat laporan polisi untuk dilakukan penyelidikan,” kata Jasmadi.
Jasmadi mengaku telah berupaya menyelidiki keberadaan meriam tersebut dengan cara menemui sejumlah pedagang barang antik dan pembeli barang bekas, namun benda itu belum ditemukan.
“Saya sudah temui para pedagang barang antik dan pembeli barang bekas. Saya sampaikan pada mereka jika ada orang yang menjual meriam kuno tolong kabari,” ujar Jasmadi.
Jasmadi berharap, pihak yang telah mengambil meriam kuno tersebut segera mengembalikan ke kantor kecamatan paling lambat selama tujuh hari ke depan. Jika tidak, kasus tersebut akan dilaporkan kepada polisi.
“Sebelum saya lapor secara resmi pada polisi, sebaiknya meriam itu dikembalikan sekarang kepada kami secara baik-baik tanpa kami kenakan sanksi apapun,” ujar Jasmadi.[](Suprian)




