Asmaul Husna ke-31 bernama Al-Khabir. Zikir ini secara bahasa, Al-Khabir diambil dari mashdar al-khibru, al-khubru, al-khibrah, al-khubrah, al-makhbarah, dan al-mukhbarah, yang semuanya berarti pengetahuan terhadap sesuatu. Sedangkan al-khabir adalah yang mengetahui sesuatu itu.

Sebagian ulama mendefinisikan Al-Khabir sebagai Dzat yang mengetahui hal-hal yang mendetail pada segala sesuatu. Dzat yang ilmu-Nya sampai pada tingkatan meliputi perkara-perkara batin dan yang tersembunyi, sebagaimana ilmu-Nya juga meliputi perkara-perkara yang tampak. Allah Ta’ala berfirman, “Sejatinya yang menciptakan itu sangat mengetahui. Dan Dia adalah yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14)

Al-Khabiir Yang mengetahui mata-mata yang khianat dan juga perkara-perkara yang disembunyikan dalam dada. Dan Dia Maha Mengetahui terhadap jiwa yang memiliki dada. Kata “khabir”, digunakan untuk yang mendalami masalah. Seorang pakar dalam bidangnya dinamai “khabir”, karena itu pula kata ini biasa digunakan untuk menunjuk pengetahuan yang mendalam dan sangat rinci menyangkut hal-hal yang tersembunyi.

Menurut Imam Ghazali, Al-Khabir adalah yang tidak tersembunyi bagi-Nya hal-hal yang sangat dalam dan yang disembunyikan, tidak terjadi sesuatu pun dalam kerajaan-Nya yang di dunia maupun di alam raya kecuali diketahui-Nya, tidak bergerak satu zarrah (atom) atau diam, tidak bergejolak jiwa, tidak juga tenang, kecuali ada beritanya disisi-Nya. (M. Quraish Shihab, menyingkap tabir ilahi, hal. 158).

Terdapat perbedaan antara makna al-khabir dan al-Alim. Al- Alim mencakup pengetahuan Tuhan tentang sesuatu dari sisi-Nya, sedang “al-Khabir adalah Dia yang pengetahuan-Nya menjangkau sesuatu yang diketahui. Di sini, sisi penekanannya bukan pada yang mengetahui tetapi pada sesuatu yang diketahui itu.

Keutamaan Zikir Ini

Pertama, seseorang mewiridkan ‘Ya Khabir’ sebanyak mungkin setiap hari, terkandung faedah yang teramat banyak sesuai dengan maksud zikir ini. Antara lain faedahnya ialah dapat bertemu kembali dengan teman atau anak yang telah sekian lama terpisah.

Kedua, seseorang mempunyai kebiasaan yang tidak baik dan tidak disukainya pula, sebutlah ‘Ya Khabir’  berulang-kali, Insya Allah kebiasaan buruk itu akan ditinggalkannya kemudian.

Ketiga, seseorang mewiridkan ‘Ya Khabir’  dibaca selama tujuh hari dan tiap-tiap hari sebanyak 812  kali, Insya Allah akan datang kepadanya rahmat dengan segala kabar yang dikehendaki.

Keempat, seseorang jika rutin mewiridkan”Ya Khabir’ sebanyak mungkin selama tujuh hari berturut-turut, Insya Allah akan dapat mengetahui rahasia-rahasia tersembunyi dan juga menghilangkan nafsu yang tercela darinya.[]