Bahasa Indonesia sejatinya harus lebih praktis digunakan untuk mengungkapkan sesuatu. Penggunanya berharap satu kata mampu menampung ide yang kompleks.
Kenyataannya hal itu tak sepenuhnya mampu dipenuhi oleh bahasa Indonesia. Akibatnya, muncullah banyak singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia. Tak terhitung berapa banyak singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia.
Seiring dengan perkembangan zaman, kini bahasa Indonesia mempunyai kosakata yang mampu menampung sejumlah ide hanya dengan satu kata meskipun diakui belum sepenuhnya.
Sebagai contoh, bahasa Indonesia dalam KBBI V kini punya kata meriung. Kata ini belum banyak digunakan orang dalam tradisi lisan atau tulis.
Meriung adalah kata berimbuhan yang berasal dari kata dasar riung.
Dalam KBBI disebutkan bahwa meriung berarti ‘(duduk) berkumpul’.
Kata ini masuk ke dalam kelas kata kerja/verba dan berasal dari bahasa Sunda, yaitu riung (ngariung) yang artinya, berkumpul mengelilingi (seperti: makanan, dsb.).
Kata meriung dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari seperti dam contoh kalimat berikut:
“Mereka meriung di bawah pohon sambil menikmati makanan yang telah disediakan.”[]



