MEULABOH SERIBU CAHAYA
aku kutipkan padamu
cahaya dari tanah air mata
mata air air jiwa
luluh luruh langitnya hujankan doa
aku sampaikan padamu seratus penyair lebih
menghiasi malam kelam saat embun mengusap daunan
menjadikan surga kembali ada menjadi harapan
aku kisahkan padamu para Ceh menggulir Nazam pualam
membesuk debar hentak rapai menguati hati
lara telah bertukar malam menjala mimpinya
aku suarakan seluruh kata telah merdeka dijuntai
menjelma syair-syair menemui nusantara Melayu Raya
ayun daun-daun bersujud menyambut tetasbih
memulut air mata
mengucapkan cinta
lihatlah kemilau cahaya dari mata mereka
para penutur keindahan telah datang
para pengukir jiwa telah hamparkan lagi gemintang
seribu cahaya hadir di kebun dan kampung-kampung
dalam malam dingin membekukan tulang dengkul kaki
lihatlah cahaya dalam taman mata baca penyair-penyair
dengarkan bacaan suka duka dari matanya
telah datang kepadamu kerlip wangi
menguak dengan lembut hati
mereka telah menjadi
telah menjadi
pertiwi.
Meulaboh, 28 Agustus 2016
Biodata: Muhammad Rain adalah penulis sastra dan pengajar bahasa Indonesia, guru sekaligus penggiat seni budaya. Tulisannya banyak termuat dalam laman internet juga diikutkan dalam antologi bersama penyair di daerahnya, nasional maupun internasional.[]



