BANDA ACEH – Minggu baca rame-rame (MIBARA) yang digelar taman bacaan masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh di lapangan Blang Padang dikunjungi anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Muslim M Daud, Lc., Minggu (14/1/2018) kemarin.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri Lembaga Pendidikan RUMAN Aceh, Ahmad Arif. Sejak diluncurkan pada 18 Mei 2014 lalu, ungkap Arif, Muslim merupakan anggota DPR Aceh pertama yang menyambangi kegiatan MIBARA.
“Hari ini merupakan edisi ke 135 wisata baca gratis MIBARA. Sejak dimulai hampir empat tahun lalu, baru kali ini ada anggota DPR Aceh yang menyambangi kita,” tutur Arif.
Anggota DPRA yang mengurusi bidang pendidikan, pemuda dan olahraga serta arsip dan perpustakaan tersebut, lanjut Arif, datang bersama keluarganya. Hampir satu jam Muslim berada di lokasi MIBARA.
Sementara itu, Muslim M Daud berpendapat bahwa MIBARA merupakan kegiatan yang sangat positif dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat Aceh. Meski pun sederhana, namun MIBARA dilakukan secara konsisten oleh RUMAN Aceh.
“Pertama, masyarakat Aceh bersyukur ada RUMAN Aceh yang terus bergerak dalam mengatrol minat baca masyarakat. Kedua, kita berharap akan bermunculan lembaga atau komunitas lain seperti RUMAN. Terakhir, pemerintah Aceh harus memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka,” ujar Muslim.
Pinjamkan 10.438 Bacaan
Kepada Muslim, Arif menjelasklan, sepanjang tahun 2017, pihaknya telah meminjamkan secara gratisan 10.438 bahan bacaan kepada 3.039 pengunjung MIBARA yang digelar setiap pagi hari Ahad, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
RUMAN Aceh, lanjut Arif, sejak dimulainya MIBARA, tidak mau memberatkan masyarakat dengan perkara administasi. Cukup dengan mengisi nama, alamat dan nomor HP, setiap pengunjung bisa meminjam maksimal 5 buku selama seminggu.
Dengan kemudahan cara tersebut, plus keramahan pengelola MIBARA, membuat masyarakat merasa nyaman. Bahkan, mereka menyumbangkan buku secara sukarela.
“Sepanjang tahun 2017, RUMAN Aceh telah menerima 2.989 bahan bacaan dari berbagai lapisan masyarkat, baik di dalam mau pun di luar Aceh. Dan itu tanpa proposal. Alhamdulillah,” pungkas Arif.[] (rel)




