TAPAKTUAN – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Drs. Martunis ikut menanggapi tudingan oknum tertentu yang menyebut pihak Poltas selaku penyelenggara ujian calon guru kontrak sistem CAT telah melakukan kecurangan.

Martunis memastikan proses seleksi yang diikuti sebanyak 983 calon guru kontrak dengan sistem CAT oleh pihak Poltas sangat profesional.

“Pelaksanaan tes tersebut langsung terkoneksi secara online dan hasilnya langsung keluar pada saat itu juga. Bahkan, saat peserta sedang ikut ujian, hasilnya bisa langsung dipantau dari luar ruangan secara up-date. Atas dasar itu kami pastikan proses seleksi sangat profesional dan bebas dari kecurangan,” kata Martunis di Tapaktuan, Rabu, 8 Februari 2017.

Martunis turut membuka sebuah rahasia yang selama ini ia pendam dan ditutup-tutupi. Kata dia, sejak pendaftaran guru kontrak tersebut dibuka hingga menjelang pelaksanaan tes, sekitar 200 lembar rekomendasi atau memo dari pihak tertentu meminta titipannya supaya diluluskan.

“Bahkan tidak hanya 200 lembar memo. Terkait permintaan agar titipannya (pihak tertentu) tersebut diluluskan menjadi guru kontrak, saya sempat menerima beberapa pesan singkat (SMS) baik yang bernada ancaman maupun caci maki kata-kata kotor. Tapi sampai saat ini saya sama sekali tidak terpengaruh dengan aksi teror tersebut. Saya pastikan seluruh guru kontrak yang lulus berdasarkan perangkingan nilai tertinggi,” papar Martunis.

Menurut Martunis, salah satu alasan yang membuat pihaknya bersikeras tidak menanggapi permintaan oknum tertentu supaya meluluskan permintaannya, karena sebanyak 80 guru kontrak yang dibutuhkan tersebut khusus untuk ditempatkan di sekolah-sekolah terpencil yang selama ini kekurangan guru.

Terjadinya persoalan kekurangan guru di sekolah terpencil tersebut disebabkan para guru yang telah ditempatkan sebelumnya sangat mudah meminta pindah tempat tugas.

“Belajar dari pengalaman itu kami mencari sosok guru untuk ditempatkan di sekolah terpencil tersebut. Selain memiliki kompetensi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki, juga yang bersedia ditempatkan di sekolah terpencil dengan syarat tidak boleh minta pindah tugas baik dengan niat sendiri maupun dengan cara memakai oknum pejabat tertentu untuk mempermudah niatnya minta pindah,” tegas Martunis.

Dia menjelaskan, meskipun diikat dengan persyaratan khusus para pelamar tetap membludak. Buktinya, sejak pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu para pelamar yang mendaftar mencapai 983 orang, sementara formasi yang tersedia hanya 80 orang.

Martunis merincikan, dari 983 orang tersebut untuk jurusan Bahasa Indonesia yang mendaftar 76 orang, sementara yang diterima hanya 11 orang. Jurusan Matematika yang mendaftar 114 orang, diterima 8 orang. Bahasa Inggris yang mendaftar 154 orang, diterima 7 orang. Jurusan IPA mendaftar 128 orang, diterima 3 orang. Jurusan IPS mendaftar 74 orang, diterima 3 orang.

Guru Penjas mendaftar 62 orang, diterima 9 orang. Pendidikan Agama mendaftar 230 orang, diterima 4 orang. Jurusan Seni Budaya mendaftar 8 orang, diterima 2 orang. Guru Kelas yang mendaftar 107 orang, dan diterima 33 orang.

Menurut Martumis, soal beberapa calon guru kontrak yang telah lulus, tetapi tiba-tiba memilih mengundurkan diri setelah mengetahui penempatan tempat tugasnya di sekolah sangat terpencil, sebagai penggantinya akan diambil dari rangking nilai di bawahnya.

Sekolah-sekolah terpencil tersebut, kata Martunis, mulai tingkat SD hingga SMP yang terdapat di wilayah Trumon Raya, Bakongan Raya, Kluet Timur dan Kluet Tengah.[]

Laporan Hendrik