Salah satu model catwalk internasional asal Australia yang paling sukses, Ajak Deng, mengumumkan berhenti dari dunia modeling. Dia menilai, industri fesyen penuh dengan kepalsuan dan kebohongan.
Deng telah menjadi model untuk sejumlah desainer dunia, seperti Christian Dior, Louis Vuitton, Valentino, Marc Jacobs, Chloe dan Jean Paul Gaultier. Selain itu, dia juga pernah mengampanyekan koleksi Topshop, Barneys, MAC dan Levis.
Dalam akunnya di Instagram, Deng mengunggah tulisan bahwa dia senang mengumumkan bahwa dia resmi berhenti dari industri fesyen. Model asal Melbourne tersebut juga menulis rasa syukur dan terima kasih. Wanita berusia 26 tahun mengatakan akan kembali ke Australia untuk menjalani kehidupan normal.
“Aku akan kembali ke Australia untuk menjalani kehidupan yang layak, nyata. Aku tidak bisa lagi berurusan dengan kepalsuan dan kebohongan. Hidupku terlalu singkat untuk menjalani hidup yang dramatis,” katanya, seperti dilansir dari Daily Mail.
Deng juga mengunduh fotonya, yang menunjukkan dirinya sedang tersenyum dan menengadah ke langit. Deng memberi judul fotonya, 'Terima kasih untuk rahmat Tuhan.'
Deng datang ke Melbourne, Australia pada tahun 2005 setelah keluarganya melarikan diri dari Sudan. Ibunya meninggal karena malaria di sebuah kamp pengungsi di Kenya saat menunggu pemukiman baru.
Model tersebut sebelumnya telah blak-blakan tentang rasisme yang pernah dialami di Australia dan luar negeri. Pada tahun 2014, Deng mengatakan kepada Elle bahwa dia mengalami perlakuan rasis.
Pada tahun 2014, model ini menulis dalam akunnya di Twitter tentang rasisme di industri fesyen internasional. Dia menuturkan ditolak Balmain karena berkulit hitam.
Manajer Deng, Stephen Bucknell baru-baru ini mengatakan kepada surat kabar Melbourne, Herald Sun bahwa dia kesulitan mendapat pekerjaan model di Australia karena industri fesyen di negeri Kanguru itu tidak akan menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk model berkulit gelap. | sumber : viva

