JAKARTA – Salah satu mediator perdamaian Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Juha Christensen, menyebutkan kalau proses perdamaian di Aceh bisa diterapkan di Nduga yang saat ini terjadi konflik kekerasan.
Menurutnya, salah satu kunci yang digunakan pemerintah saat itu dengan GAM yang juga melibatkan mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari dan beberapa mediator lainnya adalah duduk bersama dan berdialog.
Dalam dialog yang dilakukan, Juha menjelaskan harus ada orang ketiga yang tidak berpihak pada satu kubu manapun. Sehingga kesepakatan di antara kedua belah pihak untuk berdamai bisa terwujud.
“Ya, kita kan sudah buktikan di Aceh bahwa melalui proses dialog di mana ada pihak ketiga yang independen,” ujar Juha saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, 14 Agustus 2019.
Maka dari itu, Juha menyebutkan kalau berdialog adalah kunci untuk menangani konflik di wilayah manapun, dan ia menekankan bahwa tidak ada jalan lain selain melakukan hal tersebut.
“Menurut kami, saya pribadi, tidak ada kunci lain, tidak ada jalan lain, kecuali dialog,” ungkapnya.
Kendati demikian, untuk terjadinya dialog dengan pihak di wilayah yang berkonflik harus berdasarkan keinginan dari kedua belah pihak. Jika tidak, maka perdamaian pun urung terjadi.
“Tetapi, kalau ada kemauan, tentu semua negara ingin bisa selesai masalah-masalah domestik dan internal. Artinya, pasti pemerintah pusat maupun daerah punya keinginan agar konflik atau masalah bisa selesai,” ujar Juha.
Reporter: Sarah Hutagaol.[]Sumber: okezone.com



