LHOKSEUMAWE – Para orang tua dengan penuh semangat mengantar putra-putrinya berseragam baru dari rumah ke sekolah. Wajah wali murid berhias senyum menyaksikan sang buah hati berdiri dalam barisan siswa-siswi baru di halaman sekolah. Mereka menyimak sepatah dua kata dari kepala sekolah.
Wali murid kemudian menemani anaknya bermain ayunan, seluncuran, jungkat jungkit, dan aneka alat permainan edukatif (APE) lainnya. Mereka riang gembira di tengah suasana hiruk pikuk kota.
Para orang tua juga menemani anaknya masuk ke ruang kelas. Anak-anak duduk di kursi mungil, menoleh ke kanan dan kiri sambil sumringah. Ada juga anak yang merengek pelan. Tawa, tangis, dan cemas seolah menyatu di ruang kelas.

Momen penuh warna tersebut terlihat di Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, di hari pertama sekolah, Senin pagi, 14 Juli 2025. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru tahun ajaran 2025/2026 itu menjadi istimewa bagi anak-anak, orangtua, dan pendidik.
“Di sini lengkap, banyak permainan bisa sambil belajar, berkembang motorik pada anak sangat bagus. Ya, ini sekolah favorit bagi kami, sekarang anak saya yang ketiga sekolah di PAUD dan TK Kartika Lilawangsa milik TNI Korem 011/Lilawangsa,” kata seorang ibu yang sedang menemani anaknya pertama masuk sekolah.
Kepala PAUD dan TK Kartika Lilawangsa, Mega Lianasari S.Pd., berkata dengan rasa syukur, “Alhamdulillah, kita kelasnya bertambah empat kelas, meningkat, ya. Anak-anaknya yang nangis sedikit sekali, hanya beberapa aja, dua orang gitu, ya”.
“Jadi, semuanya berjalan lancar, orang tua senang dan anak-anak semangat bermain sambil belajar. Ada delapan lokal termasuk kelompok bermain satu lokal,” ujar Mega.

Mega pun mengucap terima kasih kepada para wali murud karena sudah mempercayakan anaknya di TK Kartika. “Insya Allah, kami bisa memberikan pelayanan terbaik”.
“Ayah dan Bunda, dimohon kerja samanya, saling mendukung, karena peran orang tua sangat dibutuhkan. Selain belajar di sekolah hanya beberapa jam saja, juga perhatian dan pengulangan di rumah sangat dibutuhkan, dengan harapan anak-anaknya menjadi pintar,” ucap Mega penuh harap.
Ayah dan ibu bahkan betah di sekolah menunggu anaknya hingga bel berdering tanda tiba waktu pulang. Mereka amat bahagia.[]






