SUBULUSSALAM – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam mengkritisi peran pengawas sekolah (PS) yang selama ini dinilai kurang aktif dalam menjalankan tugas.
Hal itu disampaikan Ketua MPD Jaminuddin, saat memberi sambutan pada kegiatan evaluasi dan diskusi tentang peran pengawas sekolah di aula pertemuan gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Subulussalam, Rabu, 19 April 2017.
Jaminuddin mengatakan hasil monitoring dan evaluasi MPD saat turun ke sekolah-sekolah ditemukan indikasi bahwa kunjungan pangawas ke beberapa sekolah, seperti tertulis di buka tamu disebutkan guru aktif.
Padahal, kata Jaminuddin, ada oknum guru PNS tidak aktif mengajar selama 4 bulan, ini fenomena memprihatinkan terhadap kondisi pendidikan di Subulussalam.
“Di buku tamu disebutkan guru aktif, padahal ada oknum guru tidak mengajar selama 4 bulan, di mana fungsi dan peran PS, ini memprihatinkan,” kata Jaminuddin.
Menurut Jaminuddin, rendahnya peran pengawas sekolah selama ini tidak terlepas dari dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam. Ke depan, kata Jaminuddin berharap perlu sinkronisasi semua stakeholder pendidikan sehingga hal ini bisa diperbaiki.
“Karena maju atau mundurnya pendidikan tidak terlepas dari peran pengawas sekolah. Padahal jabatan PS itu bukan bangku kosong, mereka punya peran andil dalam memajukan pendidikan di daeran ini,” kata Jaminuddin.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Drs. Salmaza MAP dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Harmani dan komisioner MPD serta para pengawas sekolah dalam wilayah Pemerintah Kota Subulussalam.[]



