Senin, Juni 24, 2024

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...
BerandaNewsMPP PLTG Senilai...

MPP PLTG Senilai Rp1,6 Triliun Dibangun di Aceh

Jantho – PT Pembangkit Tenaga Listrik (Persero) melalui anak usahanya, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), secara resmi memulai pembangunan konstruksi Mobile Power Plant (MPP) pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Banda Aceh berkapasitas 150 megawatt (MW), di Gampong Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Kamis, 4 Januari 2017.

Peresmian tersebut dimulai dengan peletakan coran beton (batu pertama) yang dilakukan oleh Pemrintah Aceh dan PT PLN Persero.

Pembangunan MPP dengan menelan biaya Rp1,6 triliun tersebut rencananya akan dilakukan secara bertahap, yakni tahap pertama dengan kapasitas 50 MW dan tahap kedua 100 MW.

“Pembangunan Mobile Power Plant ini merupakan tahap pertama dengan kapasitas 50 MW dan insya Allah akan disusul dengan pembangunan Mobile Power Plant tahap kedua dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 100 MW dengan total investasi lebih dari 1,6 triliun,” kata Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, dalam kata sambutannya.

Adapun pembangunan MPP tahap pertama dikatakan Iwan akan selesai dan dapat dioperasikan pada awal tahun 2019 mendatang. Konstruksi diharapkan dapat selesai dalam waktu 6 bulan kemudian masuk ke sistem kelistrikan Aceh setelah 2 bulan masa konstruksi. Iwan mengatakan, setelah itu baru dilanjutkan pembangunan kontruksi MPP tahap kedua.

Oleh karena itu dia berharap, kehadiran MPP tahap pertama dengan kapasitas 50 MW tersebut dapat menggairahkan industri di dalam negeri.

“Karena Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Mobile Power Plant ini cukup besar. Pada tahap pertama, kandungan lokal sebesar kurang lebih 30 persen, dan secara bertahap dinaikkan hingga mencapai 75 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberikan apresiasi atas komitmen PT PJB yang berusaha untuk bisa lebih cepat pembangunan MPP. Hal itu disampaikannya mengingat listrik merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

“Tak dapat dibayangkan bagaimana hidup ini tanpa listrik,” ungkapnya.

Peran energi listrik dijelaskannya tentu bukan sekadar untuk penerangan rumah, tetapi juga menjadi pendorong perekonomian daerah dan perekonomian nasional. “Pertanyaan pertama yang dilontarkan calon investor adalah ketersediaan pasokan energi listrik. Jika suplai listrik di Aceh mencukupi, kami yakin banyak investor masuk ke Aceh,” jelasnya.

“Kalau ini sudah bisa lebih cepat dari 1 Januari 2019, maka cadangan listrik kita bertambah lagi dan kalau ada di sini yang memiliki link dengan investor, bersegeralah masuk ke Aceh. Inshaa Allah, energi listrik tidak perlu lagi dibangun sendiri tetapi sudah disediakan oleh PT PLN,” jelasnya lagi.

Dalam acara peletakan batu pertama tersebut, selain dihadiri Wakil Gubernur Aceh dan Dirut PT PJB, juga dihadiri para unsur forkopimda, forkopimda plus aceh, jajaran SKPA, dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN (Persero).[]

Baca juga: