LHOKSUKON – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara akibat meluapnya Krueng Keuretoe kian meluas ke tujuh kecamatan, Kamis, 4 Januari 2018, setelah sebelumnya lima kecamatan terendam. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Matangkuli dengan ketinggian air di beberapa titik hampir mencapai dua meter.
Tujuh kecamatan meliputi, Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Paya Bakong, Langkahan dan Kecamatan Samudera.
Mauliza, 26 tahun, warga Gampong Teumpok Barat, Kecamatan Matangkuli saat ditemui di lokasi menyebutkan, ratusan warga setempat sudah mengungsi sejak kemarin, Rabu.
“Ketinggian air di rumah-rumah warga sekitar 1,3 meter. Kami sudah mengungsi sejak kemarin, sudah dua hari,” ucapnya sambil mengarungi banjir.
Hal senada dikatakan Umar, 30 tahun, warga yang sama. “Semua rumah warga di Teumpok Barat terendam. Semalam ada imbauan dari Muspika agar warga mengungsi karena air terus naik. Sejak semalam warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, namun yang paling banyak me meunasah (musala). Ketinggian air di rumah warga ada yang mencapai 2 meter,” terang Umar.
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf atau Sidom Peng saat ditemui di lokasi banjir Kecamatan Matangkuli, “Sejauh ini, sudah tujuh kecamatan yang terendam, Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Paya Bakong, Langkahan dan Samudera. Namun paling parah di tiga kecamatan, Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas,” kata Sidom Peng.
Pantauan portalsatu.com/, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara terlihat siaga di beberapa titik banjir kawasan Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas. Di lokasi juga terlihat anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara. Puluhan anggota Polri dan TNI juga berada di lokasi.
Ketinggian air di atas badan jalan lintas eks ExxonMObil Gampong Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas berkisar hingga 60 centimeter atau sepaha orang dewasa, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan bermotor, kecuali jenis truk atau mobil double cabin.
Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Matangkuli mulai ditutup warga menggunakan kursi dan kayu, karena jalan sudah tidak dapat dilalui lalu, baik sepeda motor atau pun mobil.[]



