TAKENGON – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) kategori keluarga, reje (kepala desa), imem (imam), tahfidz, pemimpin dayah/balai pengajian tingkat Kabupaten Aceh Tengah, dimulai, Kamis, 5 Oktober 2017. Kepala Dinas Syariat Islam (SI) Aceh Dr. H. Munawar A. Jalil, M.A., mengatakan, program ini sudah diusulkan untuk digelar di semua kabupaten/kota dan tingkat Provinsi Aceh.
Pelaksanaan MTQ ini digelar di Masjid Agung Ruhama Takengon hingga Sabtu, 7 Oktober 2017. Hadir saat pembukaan MTQ itu, Kepala Dinas SI Aceh Munawar A. Jalil, UPT PTQ Aceh Drs. H.T. Ridwan Johan, perwakilan anggota DPRK Aceh Tengah, Ketua MPU Aceh Tengah, dan pejabat Forkopimda.
Data diperoleh di sekretariat panitia, MTQ kategori keluarga diikuti 12 kepala keluarga mewakili kecamatan masing-masing. Sementara perwakilan Kecamatan Rusip, dan Jagong, absen pada perlombaan kali ini. MTQ kategori imem dari 14 kecamatan, perwakilan Kecamatan Rusip dan Jagong absen. MTQ kategori reje juga diikuti 12 reje dari perwakilan 12 kecamatan. Pada ketegori ini, Kecamatan Rusip dan Celala absen.
Berikutnya, kategori tahfidz qur'an tingkat remaja putra diikuti enam peserta, dan tingkat remaja putri 20 peserta. Tingkat dewasa putra dan putri diikuti masing-masing empat peserta. MTQ kategori pemimpin dayah diikuti delapan peserta dan balai pengajian tiga peserta. Peserta kategori ini menurut keterangan pihak panitia, masih bersifat sementara, karena dapat mendaftar hingga Sabtu, 7 Oktober 2017.
Kepala Dinas SI Aceh Tengah Alam Syuhada dalam sambutannyan menjelaskan, MTQ keluarga ini kali ketiga dilaksanakan Pemerintah Aceh Tengah. Pelaksanaan kali ini ditambah kategori tahfidz qur'an.
Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin menjelaskan, pelaksanaan MTQ ini akan terus dikembangkan. Pemerintah juga akan mencanangkan pelaksanaan MTQ kategori kepala sekolah pada tahun 2018. “Tujuannya agar seluruh lini bisa menjdi insan qur'ani,” katanya.
Kepala Dinas SI Aceh Munawar A. Jalil mengapresiasi program MTQ keluarga di Aceh Tengah. Program serupa sudah diusulkan ke Provinsi Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf. MTQ itu pula, katanya, diusul agar dilaksanakan diseluruh kabupaten/kota di Aceh. “Prinsipnya, gubernur menyambut baik usulan kita, pada 2018 kalau sudah disetujui, langsung kita laksanakan,” kata Munawar.
Munawar menilai MTQ ini penting guna membentuk insan qur'ani dalam setiap rumah tangga. Terlebih, menurut informasi yang berkembang, 82 persen calon mahasiswa di kampus ternama di Aceh, tidak bisa membaca Alquran. Padahal, Aceh merupakan daerah Serambi Mekkah dan satu-satunya daerah yang memperjuangkan penegakan syariat Islam. “Padahal yang dites oleh panitia hanya iqra' jilid 6, tapi calon mahasiswa itu tidak bisa membaca dengan baik dan benar,” ujarnya.[]


