SUBULUSSALAM – Ketua Umum MTQ VI Kota Subulussalam, Abdurrahmansyah SE MM mengatakan salah satu tujuan pelaksanaan event keagamaan yang digelar dalam setiap dua tahunan sekali ini untuk membentuk generasi berjiwa Qurani.

Demikian antara lain pemaparan Abdurrahmansyah yang juga Camat Simpang Kiri dalam sambutannya pada saat pembukaan MTQ VI Kota Subulussalam di arena utama Lapangan Beringin, Senin malam.

Selain untuk meraih rahmad dan karunia Allah SWT, MTQ juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi pemuda Kota Subulussalam dalam mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai luhur Islam serta meningkatkan silaturahmi antar kecamatan.

Pelaksanaan MTQ ini dibuka Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti SH dihadiri seluruh Unsur Muspida, pimpinan dan anggota dewan, para kepala dinas, badan, kantor, camat, para imam mukim, kepada desa, tokoh ulama, adat dan organisasi kemasyarakatan pemuda serta kafilah dari masing-masing kecamatan yang berjumlah 250 peserta ditambah 44 dari dewan hakim.

Merah Sakti dalam sambutannya mengatakan, dua periode memimpin Kota Subulussalam semua kecamatan telah menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kota Subulussalam. Hal ini memberikan dampak positif bagi kecamatan yang melaksanakan event ini dengan adanya pembangunan tribun.

Merah Sakti mengatakan untuk melestarikan budaya Kota Subulussalam agar tidak hilang seiringnya perkembangan zaman, maka dinding tribun Lapangan Beringin,  arena utama MTQ saat ini akan di relif menggunakan motif dan simbol budaya yang ada di Bumi Sada Kata ini.

“Dinding akan direlif 'Lampung' semacam rumah terapung persinggahan pedagang. Kolom kedua 'Lesung Page' dan kolom ketiga 'Pilangan Tebu' di bagian ujung 'Bungki Tambang' sarana transportasi,” kata suami Hj. Sartina SE MSI ini.

“Dengan ide dan gagasan itu supaya tidak seperti kacang lupa pada kulitnya,” timpal Merah Sakti.

Kepada dewan hakim, Merah Sakti mengingatkan supaya  putra daerah yang mengikuti MTQ ini menjadi prioritas utama untuk dipertimbangkan, jangan biarkan kambing punya susu sapi punya nama. 

“Juara tapi pinjam dari luar daerah Kota Subulussalam. Lima kontingen dengan isu dan semboyan ingin juara umum, ikuti proses bertanding sesuai aturan,” ungkap Merah Sakti.[]