BIREUEN – Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf menekankan pentingnya menegakkan syariat Islam secara menyeluruh di Aceh. Pasalnya hal tersebut merupakan amanah para pendahulu yang harus dilaksanakan dan dipertahankan.

“Aceh merupakan daerah pertama masuknya Islam di nusantara. Dari sini, Islam langsung menyebar ke seluruh penjuru nusantara, ke Malaysia, Brunei dan beberapa negara sahabat lainnya. Syari'at Islam yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama'ah telah mengakar kuat di Aceh. Hal ini juga menjadi faktor kuatnya perlawanan terhadap para penjajah di daerah ini dengan semangat fi sabilillah,” kata pria yang akrab disapa Mualem dalam sambutan singkatnya saat menghadiri Haul IV Tgk Muhammad Yahya Ahmadi atau yang akrab disapa Abon Di Seulimuem, yang dipusatkan di Dayah Riyadhul Mubarak Al-Idrisiyah, Tanjongan Samalanga, Minggu, 28 Agustus 2016.

Sementara itu, Tu Busairi, selaku Pimpinan Dayah dan Ahlul Bait, dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan di Haul IV Abon Di Seulimuem. “Terima kasih kepada saudara sekalian atas kesediaannya untuk meluangkan waktu menghadiri Haul wafatnya orangtua kami ini.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Abu Kuta Krueng, Abu MUDI serta para guru, santri dan masyarakat di sekitar Dayah Riyadhul Mubarak Al-Idrisiyah, Samalanga.

Usai menghadiri Haul di Samalanga, Mualem didampingi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Dapil Bireuen, Zulfadli beserta rombongan, meninjau proyek pembangunan tanggul sungai Krueng Batee Iliek. Proyek sepanjang 650 meter itu dibangun dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh.

Untuk diketahui bersama, jika terjadi banjir besar, maka pemukiman masyarakat dan fasilitas sosial yanga ada di sekitar Krueng (sungai) Batee Iliek ikut tersapu banjir.

Bahkan tahun lalu, banjir besar sempat merusak sawah, perkebunan dan rumah warga. Sejumlah pesantren yang ada disepanjang bantaran sungai tersebut juga turut dibawa banjir, diantaranya Dayah Ummul Ayman, Dayah MUDI.[](bna)