IDI RAYEK – Calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan Partai Aceh akan terus berupaya menuntaskan isi butir-butir MoU Helsinki. Menurutnya sudah dua periode pemerintahan pascadamai, tetapi realisasi implementasi MoU Helsinki belum tercapai sepenuhnya.

PA nafah bagi ureng Aceh, karena perjuangan lahee parte nyoe jinoe takubah budee. Hana le kekerasan, mandum nyan ka tatuka ngon Partai Aceh. Aspirasi  dan cita-cita nyoe. Ukeu, partai Aceh yang akan menyelesaikan butir MoU yang belum selesai,” ujar mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut saat beorasi di Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Selasa, 27 Desember 2016 petang.

Selain itu, Ketua KPA Aceh itu juga mengatakan, merebut kekuasaan bukanlah tujuan dirinya untuk kembali bertarung dalam pilkada mendatang.

Kon makna Partai Aceh dan diri long untuk merebut kekuasaan di Aceh nyoe, tapi beu neu ingat pemerintah Indonesia mantong na janji ngon geutanyoe lage tetuleh dalam MoU. Tanyoe hana perle pue laen, hana jeut ke gubernur kakeuh hana, yang penting pue yang ka meujanji nyan beu jibayeu dan beu dipike le pemerintah pusat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mualem tersebut juga menegaskan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tidak melupakan bagaimana perjuangan lahirnya MoU Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005. Menurutnya salah satu faktor terjadinya MoU Helsinki adalah berkat perjuangan GAM dan darah para syuhada ketika konflik melanda Aceh dulu.

Insya Allah kamoe dalam Partai Aceh akan na dan melanjutkan perjuangan yang kon le ngon bude, tapi na keuh melalui meja pemerintahan, baik di legislatif dan eksekutif,” kata Mualem, yang juga menjabat Ketua DPA Partai Aceh.

Selain itu, cagub nomor urut 5 itu juga menyinggung salah satu faktor yang menghambat realisasi program menyejahterakan rakyat Aceh. Salah satunya adalah belum selesainya peraturan pembagian hasil Migas saat ini.

Menyoe tuntas PP migas ke Aceh dan pembahagian hasil 70 persen Aceh dan 30 keu pusat, pue meusijuta saboh KK meusiploh juta pih ta tajuet jok asai peraturan nyan be tuntas. Namun, aturan nyan sampai saat jinoe mantong kachoe. Dan insya Allah nyoe akan ta peuselesaikan dengan dukungan dari mandum pihak,” kata Mualem, seraya disambut gemuruh tepuk tangan warga.[]